Pengadilan Wajibkan PM Israel Hadiri Sidang Dakwaan Korupsi pada 24 Mei

Pengadilan Distrik Yerusalem, Israel, menolak permohonan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang meminta absen dalam sidang dakwaan korupsi pada Minggu (24/5).
Pengadilan memutuskan Netanyahu wajib hadir langsung dalam sidang dakwaan tersebut.
"Merupakan tugas pemohon, seperti halnya dengan semua terdakwa lainnya, untuk muncul dan menyampaikan pendapatnya di pengadilan," kata majelis hakim Pengadilan Distrik Yerusalem dalam putusannya seperti dilansir Reuters, Rabu (20/5) waktu setempat.
Sebelumnya Netanyahu telah meminta pengadilan untuk memutuskan agar ia tak perlu datang dalam sidang dakwaan tersebut. Netanyahu menganggap sidang tersebut hanya formalitas dan pemborosan dana publik karena harus membawa banyak pengawal di tengah masa pembatasan virus corona.
Namun, beberapa pihak oposisi menilai langkah Netanyahu untuk tidak hadir dalam sidang sebagai penghindaran dalam kasus penuntutan pertama kali terhadap PM Israel.
Diketahui Netanyahu telah didakwa kasus suap, penipuan, hingga pelanggaran kepercayaan.
Netanyahu yang merupakan PM terlama Israel -menjabat sejak 2009- membantah seluruh tuduhan tersebut. Dia mengatakan, gugatan itu bertujuan untuk menjatuhkan karier politiknya.
"Ini adalah percobaan kudeta yang didasarkan pada proses penyelidikan yang bias, dibuat-dibuat, dan tercemar," kata Netanyahu dalam pidatonya yang disiarkan langsung di televisi.
Penyelidikan dugaan korupsi yang dilakukan Jaksa Agung Israel terhadap Netanyahu telah dilakukan sejak Februari 2019. Kasus yang menjeratnya diberi sandi Case 1000, Case 2000, dan Case 4000.
Pada Case 1000, Netanyahu dituduh menerima hadiah USD 264 ribu, sekitar Rp 3,7 miliar, dari Arnon Milchan, produser Hollywood keturunan Israel, dan James Packer, pengusaha kasino asal Australia. Di antara hadiah itu adalah champagne, cerutu, tiket pesawat, dan kamar hotel.
Pada Case 2000, Perdana Menteri Israel dituduh berkonspirasi dengan Arnon Mozer, pemilik koran Yediot Ahronot, untuk menerbitkan pemberitaan yang mendorong penerbitan izin tabloid Israel Hayom yang pro-Netanyahu. Walau ada rekamannya, namun Netanyahu membantah.
Pada Case 4000, direktur jenderal Kementerian Komunikasi Israel, Shlomo Filber, dituduh menggunakan posisinya untuk memberikan Bezeq, perusahaan telepon nasional, hak membeli saham YES, penyedia jasa satelit. Netanyahu diduga terlibat karena menunjuk langsung Filber menduduki posisi di kementerian tersebut.
Tidak hanya Netanyahu, istrinya, Sara, juga pernah mengalami gugatan kriminal awal tahun ini karena membeli makanan senilai USD 100 ribu dari restoran mewah ke kediaman PM dengan uang negara. Padahal pemerintah telah menyediakan koki yang memasak khusus untuk mereka.
Netanyahu membantah seluruh tuduhan tersebut, mengatakan bahwa keluarganya telah dizalimi.
"Apa yang saya lalui tidak mudah. Saya manusia juga. Apa yang dialami keluarga saya tak tertahankan. Setiap hari, setiap malam, darah saya dan darah istri dan anak saya ditumpahkan," kata Netanyahu.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
