Pengajar di IDAQU Juara Internasional Kaligrafi Montreal Kanada

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ustadz Alim Gema Alamsyah, pengajar kaligrafi di Institut Daarul Qur'an (IDAQU) berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang bergengsi Grand Prix International de Calligraphie-Khat Maghribi yang berlangsung di Montreal, Kanada. Foto: Dok. IDAQU
zoom-in-whitePerbesar
Ustadz Alim Gema Alamsyah, pengajar kaligrafi di Institut Daarul Qur'an (IDAQU) berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang bergengsi Grand Prix International de Calligraphie-Khat Maghribi yang berlangsung di Montreal, Kanada. Foto: Dok. IDAQU

Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ustadz Alim Gema Alamsyah, pengajar kaligrafi di Institut Daarul Qur’an (IDAQU) berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang bergengsi Grand Prix International de Calligraphie – Khat Maghribi yang berlangsung di Montreal, Kanada.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Institut Musulman De Montreal (IMM) bekerja sama dengan Centre Culturel Marocain Dar Al Maghrib à Montréal (Pusat Kebudayaan Maroko Dar Al Maghrib di Montreal), dengan peserta dari berbagai negara di antaranya Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Afrika Selatan.

Selain mengajar kaligrafi untuk para mahasiswa Institut Daarul Qur’an, Ustadz Alim Gema juga aktif membimbing santri di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an. Dedikasinya dalam mengembangkan seni khat di Indonesia menjadi salah satu fondasi yang mengantarkannya meraih prestasi tingkat dunia.

Rektor Institut Daarul Qur’an, Dr. Muhammad Anwar Sani, mengapresiasi capaian tersebut.

“Prestasi Ustadz Alim Gema adalah kebanggaan bagi bangsa Indonesia sekaligus bagi Institut Daarul Qur’an. Beliau telah menunjukkan bahwa dedikasi, ketekunan, dan cinta terhadap seni kaligrafi bisa menembus batas negara, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.

Ustadz Alim Gema Alamsyah, pengajar kaligrafi di Institut Daarul Qur'an (IDAQU) berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang bergengsi Grand Prix International de Calligraphie-Khat Maghribi yang berlangsung di Montreal, Kanada. Foto: Dok. IDAQU

Dalam keterangannya, Ustadz Alim Gema juga menegaskan makna spiritual dari seni khat.

“Seni kaligrafi bukan sekadar goresan indah, melainkan bahasa keindahan yang menghubungkan jiwa dengan Al-Qur’an. Prestasi ini adalah bukti bahwa warisan Islam tetap hidup dengan megah dan bermartabat,” ungkapnya usai menerima penghargaan.

Dengan capaian ini, Institut Daarul Qur’an berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk mencintai, mempelajari, dan melestarikan kaligrafi sebagai warisan seni Islam yang agung sekaligus kebanggaan bangsa.