Pengakuan Joki UTBK Surabaya: Expert Matematika, Loloskan Klien Kedokteran

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dan tersangka joki UTBK Foto: Instagram/ @luthfie.daily
zoom-in-whitePerbesar
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dan tersangka joki UTBK Foto: Instagram/ @luthfie.daily

Salah satu pelaku joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Surabaya mengaku jago di bidang pelajaran Matematika hingga Bahasa Inggris. Ia bahkan bisa meloloskan beberapa kliennya di jurusan kedokteran.

Kesaksian itu terungkap setelah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menginterogasi pelaku joki tersebut. Dalam aksi selama ini, pelaku tersebut berhasil meluluskan 6 klien.

"Gimana caranya, kamu 6 kali joki lulus ya?" tanya Luthfie dilihat dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya @luthfie.daily.

"Iya," jawab pelaku.

Menurut pelaku, soal-soal dalam tes UTBK itu dirasa mudah, bahkan untuk ujian masuk fakultas kedokteran.

"Sebenarnya relatif gampang sih," ucap pelaku.

"Bahkan itu fakultas kedokteran?," tanya Luthfie.

"Iya," jawab pelaku.

Ia juga mengaku selama ini tidak pernah berkecimpung maupun mendalami ilmu kedokteran.

Berprestasi saat Sekolah

Selama ini, kata pelaku, ia hanya mengandalkan buku atau modul persiapan menghadapi UTBK untuk menjalankan aksinya sebagai joki.

"Kalau saya sih cari materinya di buku-buku sih yang dikhususkan buat persiapan UTBK," katanya.

"Untuk menguasai satu bahan untuk ujian itu berapa lama?," tanya Luthfie.

"Untuk ngejar semua materi tiga tahun SMA itu cuma butuh dua-tiga bulan saja," jawab pelaku.

Semasa duduk di SD hingga SMA, pelaku cukup berprestasi di bidang akademik.

"Saya peringkat dua paralel (saat sekolah)," ujarnya.

"Berarti joki itu kamu kerjakan semua itu?" tanya Luthfie.

"Iya," jawab pelaku.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dan tersangka joki UTBK Foto: Instagram/ @luthfie.daily

Kemudian, pelaku mengaku dirinya cukup ahli di bidang pelajaran matematika hingga bahasa Inggris.

"Saya memang expert-nya di Matematika," ujar pelaku.

"Kalau bahasa Inggris misalnya?," tanya Luthfie.

"Udah terbiasa sih," jawabnya.

"Kalau Bahasa Inggris bisa ngomong belum tentu bisa mengerjakan soal kan? Lah kamu kok bisa?," tanya Luthfie.

"Secara struktur kebahasaannya juga mirip sebenarnya dengan Bahasa Indonesia," kata Pelaku.

Lalu, saat Tes Potensi Akademik (TPA), menurutnya hampir mirip dengan Matematika yang ia kuasai.

"Kalau TPA sebenarnya kan turunan dari matematika," ucap pelaku.

"Tapi kan durasi waktunya kan terbatas kan. Nah kamu caranya bagaimana?," tanya Luthfie.

"Tinggal membayangkan aja sih. Emang cepet aja. Pasti disediakan waktu yang cukup," jawab pelaku.

Awal Mula Jadi Joki

Awal pelaku menjalankan aksinya sebagai joki UTBK ini dikenalkan seseorang oleh temannya.

"Lah kamu pertama ketemunya K bagaimana?," tanya Luthfie.

"Saya dikenalin sih dari yang P teman saya itu," jawab pelaku.

Untung Rp 75 Juta

Pelaku juga mengaku mendapat keuntungan hingga Rp 75 juta saat melakukan joki ini.

"Tergantung kesulitan. Ada universitas kan yang dirasa namanya lebih bagus biasanya dibayar lebih mahal. Range-nya itu Rp 20-30 juta. Kalau yang SNBT itu baru ditawarin Rp 75 juta," kata pelaku.