Pengakuan Karyawan Grab soal Bentrok Yogya: Debt Collector Sempat Tendang Kursi

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa ojek online (Ojol) dan debt collector bentrok di Jalan Ring Road, Sleman, DIY, Kamis (5/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnadaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa ojek online (Ojol) dan debt collector bentrok di Jalan Ring Road, Sleman, DIY, Kamis (5/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnadaru/kumparan

Penganiayaan yang dilakukan oknum debt collector kepada ojol berbuntut panjang. Keributan pecah di depan kantor Grab Yogyakarta di Ring Road Utara, Sleman, Kamis (5/3) siang.

WB, salah seorang staf Grab Yogyakarta menceritakan peristiwa ini bermula dari kasus penganiayaan ojol oleh oknum debt collector di Jalan Wahid Hasyim, Kabupaten Sleman, Selasa (3/3) lalu.

"Waktu buntut kemarin mereka (debt collector) merasa tidak terima ada postingan (medsos dari salah satu ojol). Ada yang nyebut kaya gitu. Mereka belum bisa nunjukkin buktinya," ujar WB ditemui di kantornya.

WB menjelaskan, sekitar 50 debt collector ini masuk ke kantor Grab pada jam makan siang. Mereka menendang sejumlah barang seperti kursi dan dispenser. Bahkan, salah seorang pegawai juga sempat kena tamparan. Waktu itu manajemen Grab sempat bisa meredam.

"Salah satu staf sempat kena tampol tapi dari manajemen bisa meredam. Supaya lebih kondusif," ujarnya.

Suasana saat massa ojek online (Ojol) bentrok dengan debt collector di Jalan Ring Road, Sleman, DIY, Kamis (5/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnadaru/kumparan

Saat itu juga sempat ada mediasi di antara manajemen Grab dan pihak debt collector. "Tadi ada mediasi. Mereka datang terus yuk kita bareng-bareng (ngobrol)," katanya.

WB menjelaskan, saat itu memang ada sejumlah ojol yang sedang di kantor. Sehingga kabar menyebar begitu cepat kemudian para ojol datang ke kantor dan di situ bentrokan pecah pada pukul 14.00 WIB.

"Para ojol ngumpul dan sudah nyoba kondusif bubarin mereka sudah nggak bisa. Kumpul massa. Di sebelah pecah saling lempar," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sleman, AKBP Rizki Ferdiansyah, yang datang ke lokasi berhasil meredam massa. Mereka dikumpulkan di depan Polsek Depok Timur untuk mendengar apa yang jadi keluhan massa ojol.

"Iya (buntut) penganiayaan (ojol. Memang berawal dari situ. Ini berawal mereka (debt collector) tindak lanjutnya mencoba mediasi. Tapi karena datangnya ke kantor (Grab), dianggap temen-temen dari ojol ini menganggap bahwa kantor mereka diserang," ujar Rizki ditemui di Polsek Depok Timur, Kamis (5/3).

Rizki juga membenarkan bahwa sempat terjadi aksi lempar batu dalam peristiwa tersebut. Saat itu diketahui pihak debt collector sedang berada di lantai atas dan sebagian di bawah kantor Grab untuk mediasi.

Massa ojek online (Ojol) dan debt collector bentrok di Jalan Ring Road, Sleman, DIY, Kamis (5/3). Foto: Arfiansyah Panji Purnadaru/kumparan

Rizki langsung menarik massa yang jumlahnya diperkirakan nyaris ribuan itu ke Polsek Depok Timur yang lokasinya tidak jauh dari kantor Grab. Para debt collector diamankan polisi agar menghindari kejadian yang tak diinginkan.

"Makanya saya ambil alih, saya tarik ke Polsek Depok Timur. Bubarkan saya tarik ke sini lebih aman," ujarnya.

Rizki pun menjamin akan mengusut kasus penganiayaan dan upaya perampasan motor yang dilakukan debt collector.

kumparan post embed