Pengakuan Korban Keracunan di Sleman: Tongkolnya Anyir

Sebanyak 105 karyawan pabrik garmen di Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, menjadi korban keracunan usai menyantap makan siang dengan lauk tongkol. Mereka mayoritas muntah, mual, dan pusing, usai menyantap makanan yang disediakan kantor, Kamis (5/12).
Eva Dermita (34) salah seorang karyawan, menduga kuat ikan tongkol lah yang membuat dia dan rekan-rekannya keracunan. Pasalnya, dia merasa ada yang ganjal dari tongkol yang dia makan.
“Yang dimakan ikan tongkol sama sayurnya sayur kates. (Tongkol) rasanya emang agak anyir,” ujar Eva ditemui usai pengobatan di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem, Sleman.
Meski ada yang ganjal dengan rasa lauk yang disantap, Eva tetap saja memakannya lantaran lapar. Sementara lauk yang ada hanya tongkol saja.
Selesai santap siang, Eva yang bertugas di departemen produksi itu lantas melanjutkan pekerjaannya. Sekitar satu jam setelahnya dia merasa gatal dan muntah.
“Awalnya gejalanya gatal, habis gatal pusing, muntah, dan sempat pingsan. Jam setengah dua setelah makan siang (gejala terasa). Terus kita bekerja seperti biasa, terus merasa pusing, merasa panas, terus turun ke bawah mau minta obat langsung muntah, pusing, dan sesak,” beber Eva.
Setelah itu, dia dan rekan-rekannya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Eva mengaku kondisinya semakin membaik hanya tinggal sedikit rasa sesak.
“Sekarang sudah mendingan tinggal sedikit rasa sesak. Sudah diperbolehkan pulang. Obat semua dari perusahaan,” kata dia.
Direktur Rumah Sakit Panti Nugroho Pakem Sleman, Dr Tandean Arif Wibowo, menjelaskan ratusan karyawan ini mulai datang ke rumah sakit sekitar pukul 13.30 WIB. Hingga pukul 16.00 WIB ada 105 karyawan yang dirawat, dengan 101 di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
“Data terakhir jam 16.00 WIB mendapatkan 101 orang diduga keracunan dan boleh pulang. Lalu ada 2 orang masih diobservasi dan ada 2 orang masuk baru lagi. Jadi masih 4 dirawat di sini,” kata Tandean saat ditemui di rumah sakit.
Tandean mengatakan 101 karyawan yang diperbolehkan pulang sudah dalam kondisi yang baik. Mereka mayoritas mengeluhkan muntah, pusing, dan mual. Mereka kemudian diberi obat untuk dibawa ke rumah.
