Pengakuan Korban Rihana-Rihani: Sahabat Dekat, tapi Ditipu Miliaran

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rihana dan Rihani tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/7/2023).  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rihana dan Rihani tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/7/2023). Foto: Dok. Istimewa

Korban penipuan si kembar Rihana-Rihani mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa (4/7) untuk memastikan yang ditangkap memang benar Rihana dan Rihani.

Kepada wartawan mereka juga mengungkap alasan bisa tertipu hingga puluhan miliaran rupiah.

Di antaranya karena merasa mengenal si kembar. Empat dari enam korban yang datang ke Polda Metro Jaya merupakan teman Rihana dan Rihani.

Salah satu korban, Masayu Nurul Hidayati, mengatakan mengenal Rihani sejak masa kuliah. Jadi ia percaya untuk berbisnis dengan Rihani.

"Kita berempat ini sahabat dekatnya Rihani. Jadi kita sahabat dekat dan kita yakin ya, teman kuliahan sih. Satu kampus di salah satu universitas di Jakarta. Dan kita kenal keluarganya, tau rumahnya. Jadi kita mau ikut jualin produk mereka," jelas Masayu.

Namun, Masayu dikhianati. Produk Apple yang ia pesan dari Rihani tidak kunjung datang. Masayu pun merugi hingga Rp 2,5 miliar.

Para korban Rihana-Rihani datang ke Polda Metro Jaya untuk lihat kepastian bahwa si kembar sudah ditangkap, Selasa (4/7). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Sementara korban lain yang juga mengaku teman si kembar, Junita Wedaring Tyas, mengatakan mengalami kerugian hingga Rp 6,4 miliar. Ia kecewa dengan sikap temannya itu.

"Kalau dari sisi saya sendiri sih karena memang dia teman dekat ya. Jadi saya merhatiin Instagram-nya dia," ujar Junita.

"Saya enggak [terbayangkan], pikiran bodoh saya ya. Saya pikir mana ada sih teman mau nipu gitu."

-Junita-

Junita menerangkan saat ini jumlah kerugian para korban mencapai Rp 41 miliar.

"Terbaru Rp 41 miliar kalau ditotal [kerugian dari semua korban]," ungkap Junita.

Korban Dapat Ancaman dari Reseller

Rihana dan Rihani tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/7/2023). Foto: Dok. Istimewa

Korban Rihana-Rihani memesan produk Apple dari si kembar untuk dijual kembali. Uang yang dipakai untuk membeli produk tersebut berasal dari pelanggan mereka yang sudah lebih dulu memesan atau istilahnya preorder.

Maka itu saat barang yang dijanjikan tak kunjung datang mereka marah. Korban Rihana dan Rihani ini bahkan mengaku mendapat ancaman dari para pelanggannya itu.

"Diancam akan dilaporin, saya masih punya anak kecil. Anak saya malah pernah dikatain, disumpahin, didoain yang enggak bagus sama reseller-reseller saya," kata Masayu.

instagram embed

"Anak saya sempat mau difoto sama reseller-reseller saya, tapi saya tolak. Rumah saya pernah didatangi sama polisi, padahal uang dari semua reseller saya langsung saya teruskan ke Rihana ke Rihani," tambahnya.

Korban lainnya, Junita bahkan mengaku harus sampai berutang untuk mengembalikan uang pelanggannya itu.

"Kita juga udah sampai utang sana-sini juga buat balikin semua uang di bawah kita jadi beban moril. Bahkan reseller saya ada yang sampai meninggal tapi belum selesai juga masalahnya," ungkap Junita.

Minta Si Kembar Segera Disidang

Kuasa hukum korban Rihana-Rihani, Odie Hudiyanto, meminta Polda Metro Jaya mempercepat proses hukum tersangka. Sebab mereka ingin Si Kembar segera disidang.

"Hari ini kedatangan [ke Polda Metro Jaya] mau ketemu Pak Dir Kombes Hengki berkaitan dengan satu kepastian hukum percepatan penetapan kembar itu untuk dibawa ke pengadilan," ujar Odie.

Tidak hanya itu, Odie juga meminta perlindungan polisi agar kliennya tidak dijadikan tersangka bila ada reseller yang dirugikan melapor.

"Yang kedua kita minta perlindungan dan kepastian hukum. Kepolisian harus berani kepolisian mesti berani ngambil sikap bahwa korban-korban ini jangan sampai dong dikriminalisasi menjadi tersangka," tutupnya.