Pengakuan Korban Selamat 'Miras Maut Band Surabaya': Pitcher Ketiga Rasanya Aneh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Ilustrasi mengonsumsi miras. Foto: kittirat roekburi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengonsumsi miras. Foto: kittirat roekburi/Shutterstock

2 pemain band "Ogie and Friends" dan seorang pengusaha sound system berturut-turut tewas usai pesta miras di Cruz Lounge Bar, Vasa Hotel, Surabaya Jumat (22/12).

Mereka tewas usai pesta miras di bar tersebut. Miras dibeli secara "under table", bukan melalui proses resmi di kasir. Mereka langsung bertransaksi dengan bartender Arnold.

Miras itu: Campuran vodka, rum, dan jus cranberries. Menurut polisi, semua minuman ini bermerek. 1 pitcher miras itu harganya Rp 200 ribu.

Apa yang terjadi?

"Saya gak tahu ya siapa yang campur. Yang jelas sudah ada di meja, yang diminum sampai 9 pitcher," kata Miftah yang ikut pesta miras itu.

Pitcher pertama dan kedua biasa saja. Yang berbeda adalah pitcher ketiga.

"Pas saya minum rasanya gak enak, beda kayak yang pertama dan kedua. Saya langsung lari ke kamar mandi, saya muntahin, mas," ujar Miftah.

Kronologi

  • Jumat (22/12)

    • Pesta miras, band manggung. Mereka yang pesta miras mabuk berat.

  • Sabtu (23/12)

    • Band sempat manggung.

  • Minggu (23/12)

    • Pukul 03.00 WIB Reza (pemain saxofon di band itu yang turut pesta miras) meninggal.

    • Pukul 09.00 William Adolf Refly (pemain drum di band itu yang turut pesta miras) meninggal.

  • Selasa (26/12) pukul 09.00 WIB Indro (pengusaha sound system yang turut pesta miras) meninggal.

MI, satu korban lainnya, masih dirawat intensif di RSU dr Soetomo Surabaya.