Pengamat Kepolisian Ditodong Pistol di Kota Malang, Diminta Serahkan Hp

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penodongan. Foto: Seksan Mongkhonkhamsao/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penodongan. Foto: Seksan Mongkhonkhamsao/Getty Images

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengaku ditodong pistol dua orang tak dikenal di Kota Malang, Jumat (23/6).

Bambang mengaku ditodong pistol oleh dua dari empat pelaku, sesaat setelah dirinya keluar dari ATM di Jalan Danau Yanmur, Sawojajar, Kota Malang, sekitar pukul 14.48 WIB.

Sekitar 200 meter setelah Bambang keluar dari ATM, dia yang naik motor tiba-tiba dipepet dua motor tak dikenal.

"Tiba-tiba saya dipotong dua motor itu dari belakang. Mereka empat orang," jelas Bambang saat dikonfirmasi.

Bambang menyebut keempat orang itu memaksanya untuk menyerahkan ponselnya.

"Mereka beraksi di jalanan yang ramai. Dan yang diminta HP saya. Pelakunya empat orang, memakai dua sepeda motor. Yang dua menodongkan pistol kiri kanan. Tidak memakai penutup wajah," bebernya.

Ditodong seperti itu membuat Bambang panik. Tapi dia tetap berusaha melawan dengan merebut pistol pelaku.

"Saya gak ingat (ciri-ciri pelaku). Sudah gemetaran juga tadi saat ngerebut pistol," tambahnya.

Setelah Bambang berteriak rampok, para pelaku kabur ke arah Jalan Danau Kerinci. Katanya, satu naik motor sendirian, sedangkan tiga pelaku lainnya menunggangi satu motor.

Bambang mengungkapkan belum mengetahui motif para pelaku. Ia juga telah berencana untuk melaporkan kasus itu ke Polresta Malang Kota pada Sabtu (24/6).

"Biar polisi saja yang menyelidiki (motif pelaku)" pungkasnya.