Pengasuh Ponpes Al-Munawwir Krapyak Yogya, Kiai Najib Abdul Qodir, Tutup Usia

Kabar duka datang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Munawwir Krapyak, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dewan pengasuh ponpes tersebut, Kiai Najib Abdul Qodir (66) tutup usia pada Senin (4/1) sore.
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Fahmi Akbar Idris, membenarkan kabar duka tersebut.
"Benar (kabar tersebut). Sekitar jam 5 sore kalau gerahnya (sakitnya). Rencana dimakamkan besok siang bada Dhuhur," kata Fahmi melalui pesan singkatnya, Senin (4/1).
Dewan Pengasuh Pesantren Al-Munawwir lainnya, Kiai Fairuzi Afiq Dalhar, menjelaskan Kiai Najib yang merupakan Rais Syuriah PBNU itu, wafat sekitar pukul 17.15 WIB di rumahnya di Kompleks Ponpes Al-Munawwir.
Sebelumnya, Kyai Najib sempat mengalami sakit di bagian kaki kirinya seperti syaraf kejepit beberapa waktu lalu. Selain itu paru-paru Kyai Najib juga kurang sehat. Namun, Kyai Najib masih lancar berbicara.
"Yang dirasa pertama kali di kaki kaya syaraf kejepit itu lho tidak bisa gerak. Tapi cuma kaki satu kiri, cuma prosesnya sangat cepat," kata Kiai Fairuzi saat dihubungi wartawan.
"Ada paru-paru kurang sehat, kondisi berbicara sehat. Kondisi terakhir di rumah," ujarnya
Kiai Najib sebenarnya sudah diperiksakan ke rumah sakit. Setelah diperiksa, Kiai Najib kemudian menjalani obat jalan.
"Sudah diperiksakan di rumah sakit tapi obat jalan tidak opname," ucapnya.
Rencananya cucu dari KH Munawwir, pendiri Pondok Pesantren Krapyak ini akan dimakamkan di Pemakaman Ndongkelan pada pukul 14.00 WIB besok Selasa (5/1).
"Kiai dimakamkan besok siang jam 2 di Pemakaman Ndongkelan," katanya.
Kiai Najib ini diketahui merupakan satu dari sembilan dewan pengasuh di Ponpes Al-Munawwir. Hingga akhir hayat, Kiai Najib masih memberikan ilmu pada santri-santrinya.
"Dewan pengasuh banyak tapi semua manut sama Mas Najib," katanya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, Yazid Afandi, menilai Kiai Najib merupakan sosok yang penyayang dan sangat senang menerima tamu. Sosoknya adalah ahli Quran yang sesungguhnya.
"Beliau adalah ahli Quran yang sesungguhnya, hafalannya luar biasa. Seolah al-Quran telah menyatu dengan pribadi beliau. Beliau selalu mulazamah dengan hafalan al-Qurannya," kata Yazid.
