Pengawas Korupsi China Kecam Video Mukbang: Pemborosan Makanan, Mentalitas Buruk

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mukbang ala orang Korea. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mukbang ala orang Korea. Foto: Shutterstock

Lembaga pengawas korupsi China atau Central Commission for Discipline Inspection (CCDI) menegur dan mengecam berbagai video mukbang makanan dan minuman yang kerap dipertontonkan secara live streaming di media sosial maupun platform video online.

CCDI merasa konten mukbang adalah pemborosan makanan. Video mukbang berasal dari Korea Selatan dan semakin populer di China, bahkan tak sedikit masyarakat China yang mempertontonkan mukbang makanan ekstrem hingga miras.

“Perilaku seperti 'video minuman keras' tidak hanya merusak kesehatan fisik pembawa acara dan menyebabkan pemborosan makanan, tetapi juga mempromosikan mentalitas buruk dan sangat membahayakan kesehatan ekologi industri,” ujar CCDI dikutip dari Reuters, Senin (12/4).

Sejak Presiden Presiden Xi Jinping meluncurkan kampanye untuk melarang pemborosan makanan tahun lalu, video mukbang terus mendapat kecaman dari pemerintah. Sayangnya, berdasarkan laporan CCDI, konten mukbang makin populer dan belakangan banyak bermunculan mukbang pesta miras.

Ilustrasi makanan. Foto: Getty Images

CCDI mengatakan platform hosting video harus memperkuat pengawasan mereka, menghentikan dan menghapus siaran yang tidak pantas dan memblokir akun pelanggar.

CCDI juga mendorong hukuman bagi orang-orang yang mengunggah konten mukbang juga harus diperkuat.

Badan pengawas mengatakan beberapa orang yang mengunggah video mukbang mendapatkan penghasilan sebanyak 3.000 yuan atau sekitar Rp 6,6 juta (1 yuan=Rp 2.200)

Pemerintah China telah menindak konten yang "tidak pantas" di situs berbagi video Kuaishou pada 2018, menangguhkan akun salah satu pengguna terkenal soal mukbang, Hebei Pangzai.

Akun ini secara teratur membagikan video sedang minum bir dalam jumlah banyak kepada 400.000 pengikutnya.

kumparan post embed