Pengeluaran Panti Bertambah Usai 2 Siswa MA yang Nunggak Seragam Pindah Sekolah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Panti Asuhan Nur Ilahi. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Panti Asuhan Nur Ilahi. Foto: Dok. kumparan

Dua siswa Madrasah Aliyah Al Furqan —sekolah swasta setara SMA di Kota Padang— yang memiliki tunggakan seragam sekolah sebesar Rp 300 ribu telah memulai proses belajar di sekolah barunya. Kini, mereka bersekolah di sebuah SMA umum swasta.

Kedua siswa ini tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi yang beralamat di Jalan Perjuangan Raya, Kurao Pagang, Kota Padang, Sumatera Barat. Mereka anak yatim asal Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Pasaman.

Ketua Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra, mengakui setelah siswa dikeluarkan lalu pindah sekolah, berdampak kepada pengeluaran panti. Hal ini lantaran lokasi sekolah yang baru lebih jauh dari sebelumnya.

"Masalah transportasi dan jajan anak ini kita untuk anak yang tingkat SD kami berikan uang jajan Rp 10 ribu per hari, kalau SMP dan SMA Rp 15 ribu per hari," kata Renol, Selasa (12/5).

"Gara-gara kasus ini, khusus dua anak yang pindahkan sekolah kini bertambah biaya transportasi, karena lokasi jauh. Mereka kami berikan Rp 26 ribu per hari," sambungnya.

Biaya itu diberikan untuk kebutuhan sehari-hari siswa, termasuk ongkos menaiki angkutan umum. Dua anak yang baru pindah sekolah itu terpaksa harus naik ojek terlebih dahulu sebelum menyambung angkutan kota.

Sementara lokasi Madrasah Aliyah Al Furqan tergolong cukup dekat dengan panti. Sehingga siswa hanya menaiki satu angkutan umum.

Renol bilang, seluruh pembiayaan yang ada di panti baik itu untuk para anak dan biaya sekolah hanya diharapkan dari para donatur. Meskipun demikian, ia mengaku kebutuhan tercukupi.

"Di sini ada 25 anak dari bermacam latar belakang dan daerah. Kami mengeluarkan biaya makan sehari Rp 300 ribu itu untuk tiga kali makan. Alhamdulillah, semua masih bisa terpenuhi kebutuhan anak-anak," ucapnya.