Pengerjaan Perbaikan Jalan akan Disetop H-10 Lebaran

Seluruh pengerjaan perbaikan ruas jalan akan dihentikan pada H-10 Lebaran. Ini dilakukan agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik.
"Kita akan menerjunkan kembali tim khusus untuk mengecek kesiapan jalan nasional dua minggu sebelum lebaran," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/5).
Sementara itu, Kementerian PUPR bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah berupaya keras agar jalan tol Trans Jawa sepanjang 115 km mulai dari Pintu Tol Brebes Timur (Brexit) hingga Waleri, Kendal, Jawa Tengah dapat fungsional dilalui pada H-10 Lebaran untuk memperlancar arus mudik.
Jalan tol akan difungsikan satu arah dari Jakarta sampai Weleri, demikian juga saat arus balik. Kementerian PUPR terus mengupayakan agar jalan tol yang bisa dilalui pemudik tidak hanya sampai Weleri tetapi hingga Ngaliyan, Semarang. Walaupun saat ini di Kendal masih terdapat lahan yang belum tuntas dibebaskan.
Kondisinya berupa perkerasan beton tipis (lean concrete) yang dapat dilewati dengan kecepatan 40-50 km/jam, disertai pengamanan penuh, dukungan pencahayaan yang cukup, rambu-rambu dan perbaikan akses keluar menuju jalan arteri kabupaten.

Sebanyak 7 tempat istirahat sementara juga akan disiapkan yakni di ruas Tol Pejagan-Pemalang berada di KM 296A, 311A dan 303A, Pejagan-Pemalang di KM 341+600A dan KM 367+200A dan Batang-Semarang disiapkan di KM 402A dan 448A.
Dengan berfungsinya jalan tol tersebut, arus mudik sudah melewati kemacetan di Kota Tegal, Kota Pekalongan dan Kota Batang, termasuk kawasan Alas Roban yang kerap memicu kemacetan parah.
Selain itu, juga tengah dilakukan pembangunan 4 flyover perlintasan sebidang pada rel kereta api yang ditargetkan bisa difungsikan pertengahan Juni 2017 sehingga membantu mengurangi kemacetan terutama pemudik yang menuju selatan seperti ke arah Purwokerto - Yogyakarta.
Dalam menghadapi arus mudik, disiapkan berbagai pendukung, di antaranya menyiagakan alat berat pada daerah rawan longsor dan tim gerak cepat untuk menutup lubang-lubang baru dan disaster relief unit (tanggap darurat bencana).

Basuki menjelaskan, agar kenyamanan dan keamanan di jalan tercapai dibutuhkan tiga hal utama yaitu penyediaan infrastruktur yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR, regulasi berada yang menjadi tanggung jawab Kemenhub dan Polri, dan terakhir adalah perilaku dari pengendara itu sendiri.
Rencananya hasil penelurusan Kementerian PUPR di Pantura dan Tol Trans Jawa akan dibawa ke Rapat Koordinasi (Rakor) pada 15 Mei mendatang. Namun, Menteri Basuki berharap bisa mendapatkan hasil ekspedisi RRI sebelum tanggal 15 Mei, sehingga menjadi bahan masukan jika ada perbaikan bisa segera dilakukan.
