Pengumuman UGM Buka Pendaftaran untuk Vaksin Booster, Ini Cara Daftarnya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana vaksinasi ibu hamil di Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana vaksinasi ibu hamil di Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menggelar vaksinasi lanjutan atau booster kepada civitas UGM pada Sabtu (22/1) lalu. Saat ini, UGM akan menggelar booster kepada masyarakat umum pada Senin (31/1) esok.

Lalu bagaimana cara mendaftar booster tersebut. Masyarakat dapat mengisi pendaftaran melalui http://ugm.id/Vaksinumum.

"Kami akan buka untuk umum tanggal 31 dengan kapasitas 2.000 hingga maksimal 2.500 pendaftar," kata Ketua Satgas COVID-19 Rustamadji dalam keterangan yang diterima kumparan, Selasa (25/1).

Dijelaskan bahwa pemberian booster ini memang dibuka secara daring. Masyarakat yang mendapat booster syaratnya adalah telah menerima vaksinasi primer lengkap dengan jenis vaksin Sinovac, Sinopharm, serta Astra Zaneca pada dosis pertama dan kedua.

"Jarak antara vaksinasi kedua dengan booster minimal 6 bulan mengacu pada Surat Edaran nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster)," ujarnya.

"Jaraknya enam bulan sesuai dengan program," bebernya.

Dia menjelaskan bahwa vaksin dosis ketiga ini penting untuk meningkatkan antibodi terhadap virus corona. Selain itu, UGM juga melayani vaksinasi lanjutan di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM kepada masyarakat berusia di atas 18 tahun.

Total disiapkan 14 ribu dosis vaksin untuk vaksinasi lanjutan di GSP beberapa hari ke depan. Sejauh ini sudah ada 4.970 dosis yang diberikan.

UGM sendiri telah menyiapkan 14 ribu dosis vaksin untuk melayani vaksinasi lanjutan di GSP selama beberapa hari ke depan. Hingga hari ini, dosis yang telah diberikan sebanyak 4.970 dosis.

“Tetapi jika diperlukan kami masih bisa meminta tambahan sebanyak 2500 dosis,” ucap Rustamadji.

Lanjutnya bahwa untuk vaksin ketiga ini adalah vaksin Pfizer sebagai vaksin Heterolog. Sebelumnya platform yang digunakan untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua yang diselenggarakan UGM adalah vaksin Sinovac.

"Dua kali dosis vaksin primer kita menggunakan Sinovac, tapi yang ketiga ini dengan Pfizer agar lebih heterolog karena pemerintah memandang akan lebih mampu meningkatkan daya kekebalan dan daya tahan tubuh kita," bebernya.

Demi menyukseskan vaksinasi total ada 120 tenaga kesehatan. Mereka bergantian memvaksin hingga akhir januari ini.

"Mereka terbagi menjadi 23 tim yang masing-masing beranggotakan 4 orang," pungkasnya.