Pengungsi Banjir di Pengadegan Masih Butuh Popok dan Sepatu Bot

Ratusan warga Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, masih mengungsi di GOR Pengadegan, Jumat (3/12). Menurut warga, kebutuhan pokok di pengungsian masih terpenuhi, namun mereka masih membutuhkan sejumlah barang seperti popok dan sepatu bot.
"Kalau untuk dewasa (masih butuh) obat-obatan. Kemarin sudah standby, terutama untuk balita (butuh) pampers," kata salah satu warga yang mengungsi, Tumi, kepada kumparan di GOR Pengadegan, Jumat (3/1).
Sementara itu, pengungsi lainnya, Juju, menyebut warga juga masih membutuhkan alat-alat untuk membersihkan rumah. Tak hanya itu, mereka juga masih membutuhkan selimut.
"Selimut boleh. Kalau makan sih sudah cukup. (Masih butuh) selimut sama sepatu bot buat bersih-bersih, karena kan lumpurnya sedengkul," ungkap Juju.
Juju juga mengungkapkan harapannya agar masalah banjir bisa menjadi perhatian Gubernur DKI Anies Baswedan. Ia berharap, ia dan warga lainnya bisa segera kembali ke rumah masing-masing.
"Pak Gubernur, ini kan sudah dua tahun banjir. Kemarin tahun 2018 enggak terlalu lama. Kan kita biasanya setiap hari dagang, ingin cepat pulang, inginnya enggak kena banjir lagi," tandasnya.
Hingga saat ini, kondisi di GOR Pengadegan masih cukup memadai untuk menampung warga yang mengungsi. Para pengungsi terdiri dari lansia, orang dewasa, hingga anak-anak dan balita.
Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak pergantian tahun 2020. Hingga saat ini, total korban tewas akibat banjir mencapai 43 orang di Jabodetabek.
Berikut rincian data korban tewas banjir di Jabodetabek dan Lebak:
Jakarta Pusat: 1 orang
Jakarta Barat: 1 orang
Jakarta Timur: 7 orang
Kota Depok : 3 orang
Kota Bekasi: 3 orang
Kota Bogor: 1 orang
Kota Tangerang: 1 orang
Kota Tangerang Selatan: 1 orang
Kabupaten Bogor: 16 orang
Kabupaten Bekasi: 1 orang
Kabupaten Lebak: 8 orang
