Pengungsi Rohingya di Bangladesh Bangun Gubuk Usai Kebakaran Besar

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puing-puing akibat kebakaran di kamp pengungsi Rohingya Balukhali di Cox's Bazar, Bangladesh usai kebakaran. Foto: Abdul Wajed Rashidi/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Puing-puing akibat kebakaran di kamp pengungsi Rohingya Balukhali di Cox's Bazar, Bangladesh usai kebakaran. Foto: Abdul Wajed Rashidi/Reuters

Ribuan pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh, mulai membangun gubuk sebagai rumah sementara mereka usai kebakaran menghanguskan sebagian besar tempat tinggal mereka.

Dikutip dari Reuters, Kamis (25/3), kebakaran yang terjadi pada hari Senin (22/3) itu menghabiskan tempat tinggal bagi lebih dari 1 juta orang Rohingya setelah melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar.

Kini mereka yang kehilangan tempat tinggal membangun gubuk menggunakan terpal, tali, dan bambu yang disediakan oleh penyedia bantuan.

kumparan post embed

"Kami harus bertindak cepat untuk membangun kembali tidak hanya rumah, tetapi seluruh infrastruktur di daerah yang rusak," kata Snigdha Chakraborty, manajer badan bantuan Catholic Relief Services di Bangladesh.

Suasana usai kebakaran di kamp pengungsi Rohingya Balukhali di Cox's Bazar, Bangladesh. Foto: Ro Yassin Abdumonab/Reuters

Infrastruktur yang kritis, termasuk untuk fasilitas medis dan sistem sanitasi yang hancur, menimbulkan kekhawatiran terhadap penyebaran penyakit.

“Membangun kembali jamban, sumur dan kamar mandi sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit," ucap Chakraborty.

Terlepas dari upaya tersebut, banyak orang yang masih tidak memiliki tempat berlindung selama empat hari setelah kebakaran. Padahal situasi cuaca di sana sedang lebih panas dan kelembapan meningkat.

"Semuanya telah hilang. Saya, istri dan keenam putra saya, masih tidur di bawah langit. Saya berharap mendapatkan tenda hari ini," kata Mohammed Salam, seorang pengungsi Rohingya.

Kepulan asap menyelimuti lokasi kebakaran di kamp pengungsi Rohingya Balukhali di Cox's Bazar, Bangladesh. Foto: Ro Yassin Abdumonab/Reuters

Kebakaran menjadi trauma terbaru bagi pengungsi Rohingya, yang melarikan diri dari rumah mereka di Myanmar. Saat itu, pihak militer di sana melancarkan serangan terhadap pemberontak Rohingya pada 2017.

Infografis Tragedi Rohingya di Myanmar. Foto: Bagus Permadi/kumparan
kumparan post embed