Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh Punya Kartu UNHCR dan Vaksinasi Corona

Ratusan pengungsi Rohingya kembali terdampar di Aceh, kali ini mereka nekat mendarat dengan sendirinya di Pantai Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Minggu (6/3).
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, mengatakan, dari hasil pendataan petugas diketahui sebelum masuk ke perairan Aceh, 114 pengungsi Rohingya itu telah melakukan perjalanan laut selama 25 hari.
“Para imigran Rohingya berangkat dari Myanmar dan berada di laut selama 25 hari tanpa makanan yang cukup,” katanya, Senin (7/3).
Diletakkan Winardy, usai dibawa ke penampungan sementara di Meunasah (Musala) Desa Buya Pasie para imigran tersebut langsung dilakukan pemeriksaan awal. Hasilnya, di antara mereka ada yang memiliki kartu UNHCR dan kartun vaksin.
“Dari pemeriksaan tersebut, didapati 74 orang merupakan pemegang kartu UNHCR. Selain itu, juga ditemukan 30 orang sudah memiliki kartu vaksin,” sebut Winardy.
Menurut Winardy, dari temuan itu menandakan di antara mereka sebelumnya sudah ada yang pernah mendapatkan bantuan dari lembaga Internasional tersebut.
"Artinya ada di antara mereka yang sudah pernah mendapat perlindungan, serta bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dasar bagi pencari suaka dan pengungsi yang diberikan organisasi internasional," ucapnya.
Untuk sementara ini, 114 pengungsi Rohingya itu masih berada di Bireuen. Rencananya segera dibawa ke BLK di Desa Menasah Mee Kandang, Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
“Sekarang masih di Bireuen, tapi selanjutnya akan segera dibawa ke BLK Lhokseumawe,” kata Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja.
Mike menyebutkan, hasil koordinasi Bupati Bireuen Muzakkar A Gani dengan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, para Imigran itu akan dikarantina di penampungan Shelter BLK.
“Namun, Pak Suaidi Yahya mengisyaratkan seluruh Imigran Rohingya harus sudah vaksin dan rapid antigen,” kata dia.
