Pengungsian Reo Rusak akibat Gempa Susulan, 1 Orang Meninggal Dunia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan di dekat tenda posko pengungsian di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengungsi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan di dekat tenda posko pengungsian di Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Satar Reo, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8). Gempa tersebut membuat sebagian posko pengungsian di Barang Kolong, Kecamatan Reo, rusak hingga roboh.

Satu orang pengungsi, Adrianus Aji (54), meninggal dunia setelah terjatuh saat gempa susulan terjadi. Korban sempat mendapat pertolongan pertama dari tim medis Dokpol Mabes Polri di Posko Barang Kolong.

Pertolongan medis terhadap warga dilakukan langsung di Posko Barang Kolong, Reo, usai gempa susulan terjadi.

“Pukul 16.30 WITA, Tim Medis taktis menerima korban gempa atas nama Bapak Adrianus Aji (54) dalam kondisi tidak sadar dan henti napas setelah terjatuh pada saat gempa susulan terjadi,” kata Iptu dokter David Yohan dalam keterangannya, Jumat (21/8).

David mengatakan tim medis kemudian melakukan serangkaian resusitasi jantung paru (RJP) terhadap korban di lokasi. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Korban pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah serangkaian langkah resusitasi jantung paru (RJP) dilakukan di lapangan yang penuh dengan keterbatasan di mana diketahui juga bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung,” ujarnya.

Selain Adrianus, tim medis taktis juga memberikan pertolongan kepada sejumlah korban lain yang terdampak gempa susulan di Posko Barang Kolong.

“Selain korban tersebut, Tim Medis Taktis juga meng-handle dan dapat memberikan pertolongan kepada beberapa korban gempa susulan lain secara langsung di Posko Lapangan. Tindakan cepat dan responsif dilakukan sebagai upaya menyelamatkan nyawa di tengah situasi darurat bencana,” kata David.

Adapun per Rabu (19/8) BMKG sudah mencatat sebanyak 3.055 gempa susulan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Gempa susulan terbesar tercatat sekuat 6,2 magnitudo.