Pengunjung De Ranch Ricuh dan Berkelahi karena Berebut Meja Makan

Lebaran yang menjadi momen bagi masyarakat untuk saling memaafkan ternodai dengan perkelahian. Kejadian perkelahian itu terjadi di rumah makan tempat wisata alam De'Ranch di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/6) pukul 14.00 WIB.
Perkelahian di rumah makan De Ranch tersebut melibatkan sejumlah pengunjung rumah makan. Penyebabnya sepele, mereka berebut meja makan.
Kabar perkelahian di rumah makan De Ranch tersebar setelah video yang memperlihatkan keributan itu viral di dunia maya. Video perkelahian di rumah makan De Ranch itu diunggah akun Instagram @info_cimahi pada Rabu (28/6).
Dalam video tersebut tampak suasana rumah makan De Ranch menjadi ricuh. Beberapa orang pengunjung terlihat terlibat baku hantam di rumah makan De Ranch. Namun di lain sisi ada pengunjung yang berusaha memisahkan pihak yang sedang berseteru.
Bahkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, juga mengunggah video kejadian itu ke akun Instagram miliknya, @sutopopurwo, pada Kamis (29/6). Di bagian keterangan, Sutopo menuliskan bahwa ia menyayangkan kejadian perkelahian di rumah makan De Ranch itu. Dia meminta agar masyarakat mampu menahan emosi.
"Aneh. Saat suasana lebaran saling memaafkan dan menjunjung toleransi tapi ada saja keributan yang dipicu sepele. Apakah karena saking capek sungkem, kolesterol dan darah tinggi naik karena kebanyakan makan kambing, ataukah karena suntuk kemacetan atau memang sudah begitu mudahnya kita marah? Wallahualam. Yang pasti sabarlah. Istighfar dan mampu menahan ego," tulis dia.
Belum ada konfirmasi dari pihak berwajib atas kericuhan yang terjadi tempat wisata alam yang berupa ranch itu. Namun informasi yang beredar menyebutkan, kericuhan terjadi karena ada keluarga yang telah mendapatkan kursi, saat anggota keluarga lain sedang antre mengambil makanan, kursi-kursi ditempati orang lain. Ketika orang itu diminta pergi saat anggota keluarga datang dari mengambil makanan, orang lain itu tidak mau pergi dan terjadilah perkelahian.

