Pengurus Posyandu Curhat ke Cak Imin: Insentif Rp 100 Ribu, Habis Buat Pulsa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cawapres 01 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menghadiri diskusi dengan guru Ma'arif di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (7/2/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cawapres 01 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menghadiri diskusi dengan guru Ma'arif di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (7/2/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan

Cawapres 01 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berdialog dengan tenaga pendidik hingga pengurus Posyandu di Auditorium Al Aly, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (7/2).

Kuswati, salah satu peserta yang hadir, pun curhat ke Cak Imin. Ia mengatakan, selama ini hanya mendapatkan insentif Rp 100 ribu dari pemerintah sebagai pengurus Posyandu.

“Jadi uang Rp 100 ribu itu habis untuk beli pulsa, kami mohon kader posyandu itu disejahterakan, diperhatikan,” kata Kuswati kepada Cak Imin.

Cak Imin pun langsung merespons keluhan tersebut. Ia menilai, kecilnya insentif yang diberikan disebabkan oleh kecilnya alokasi dana desa dari pemerintah pusat.

Untuk itu, ia berjanji untuk mengalokasikan dana desa hampir 3 kali lipat jika ia dan Anies Baswedan menang Pilpres 2024 nanti.

“Anggaran desa kita ini kan hari ini baru Rp 1,2 miliar per desa, nanti kita akan naikan dana desa kita sampai Rp 5 miliar, nah kita wajibkan dari Rp 5 miliar itu untuk para kader posyandu sekaligus operasional para pelaksana posyandu,” kata Cak Imin.

Selain itu, Cak Imin juga menerima keluhan yang sama dari para guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang hadir. Mereka menuntut kesejahteraan tenaga pengajar hingga infrastuktur pengajaran untuk lebih diperhatikan.

“Kita juga akan membantu infrastruktur pendidikan anak usia dini itu dengan dana desa, cukup Rp 5 miliar ini diprioritaskan pada sumber daya manusia sekaligus untuk para kader penggerak,” pungkasnya.