Pengusaha Sound System di Lentera Festival Tangerang Rugi hampir Rp 1 M

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Ilustrasi menonton konser. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menonton konser. Foto: Shutter Stock

Irma Erviana (30), pemilik vendor sound system Mahakarya Event Equipment mengaku rugi ratusan juta atas kericuhan konser musik Lentera Festival di Lapangan Sepak Bola Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (23/6) malam.

Mahakarya Event Equipment sendiri merupakan salah satu vendor yang disewa oleh Event Organizer (EO) di Lentera Festival.

"Untuk total kita belum rekap kerugiannya berapa, belum ada hitung-hitungan karena masih sibuk urus-urus di Polsek. Mungkin kisarannya kalau yang punya saya mungkin di ratusan juta," ujar Erma kepada kumparan, Senin (24/6).

"Cuma untuk keseluruhan semuanya mungkin kurang lebih 1 M lebih. Untuk biaya sewa dari panitia EO itu ke kita sekitar Rp 200 juta lebih untuk harga sewanya. Kalau yang terbayarkan saya belum tanya suami karena untuk administrasi urusan suami," lanjutnya.

Adapun barang-barang dari Mahakarya Event Equipment yang dirusak dan dibakar oleh penonton yakni sound system, amplifier hingga alat band.

"Yang hancur itu yang pertama sound system yang dari kami. Jadi di situ itu vendornya banyak bukan kami aja. Jadi kayak lighting itu beda vendor, LED juga beda vendor. Untuk yang ada di panggung itu semuanya tidak terselamatkan. Selain dibakar, banyak yang dijarah juga," terangnya.

"Sound system, alat band itu rusak semua 50 persen yang ada di panggung. Mungkin yang di FOH aja yang masih bisa terselamatkan," tambah dia.

Selain itu, sejumlah barang-barang kebutuhan di event tersebut juga dijarah oleh para penonton.

"Sebenarnya bukan hanya barikade saja ya. Seperti monitor juga banyak yang dijarah. Sebagian dibakar sebagian dibawa pulang juga. Kayak kursi habis dibawa pulang juga. Barikade itu semua kayaknya nggak tersisa. LED juga rusak," ucap dia.

Irma menjelaskan, awal mula kericuhan itu dipicu karena panitia Lentera Festival tiba-tiba hilang atau kabur.

Para artis yang tampil di acara tersebut baru terbayarkan down payment (DP) oleh pihak panitia.

"Dari awal kan sudah perjanjian maghrib itu sebelum acara mulai harus sudah lunas. Cuma dari pihak panitianya nggak ada, kabur. Sedangkan si artisnya sendiri pun nggak mau naik kalau belum lunas. Artisnya kan di hotel, mereka nggak mau naik kalau belum lunas," jelasnya.

Kata Irma, panitia juga belum melunasi para vendor di event tersebut, hanya DP yang terbayarkan.

"Dari awal memang sudah perjanjian sebelum acara mulai semuanya harus lunas. Yang paling utama si artis memang sebelum perform harus lunas dulu kan," kata dia.

Sekitar pukul 18.00 WIB, amarah penonton pun memuncak lantaran mendengar informasi bahwa panitia penyelenggara telah kabur.

"Jadi artis nggak jadi naik perform. Dari situ penonton ricuh akhirnya ya udah bakar-bakaran panggung, habis semuanya dibakar," ucapnya.