Penjelasan Ambarrukmo Yogya soal Video Viral Centro Diserbu Pembeli

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Centro Ambarrukmo Plaza Yogyakarta saat diserbu pembeli, padahal sudah tutup. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Centro Ambarrukmo Plaza Yogyakarta saat diserbu pembeli, padahal sudah tutup. Foto: Dok. Istimewa

Sebuah video pembeli menyerbu ritel Centro Departement Store di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta viral di media sosial saat pandemi corona. Video berdurasi 57 detik itu menjelaskan bahwa Centro tengah diskon besar-besaran lantaran hendak tutup.

"Kalian tahu nggak sih, Centro diskon habis-habisan 50-70 persen karena mau tutup. Buat kalian yang mau belanja di Centro Ambarukmo Plaza silakan ramai banget," kata orang dalam video tersebut.

General Manager Plaza Ambarrukmo Surya Ananta lantas angkat bicara soal video tersebut. Nanan sapaan akrabnya membenarkan video tersebut di Centro Ambarrukmo Plaza.

Hanya saja, video itu diambil sebelum Centro tutup operasi pada 17 Maret lalu.

"Jadi gini itu salah paham. Kondisi sale atau diskon besar-besaran terjadi sebelum tanggal 17 Maret Setelah 17 Maret itu tidak ada aktivitas," kata Nanan dihubungi, Jumat (19/3).

kumparan post embed

Meski begitu, Nanan membenarkan bahwa sebelum Centro tutup ada diskon besar hingga 70 persen.

"Benar itu video sebelum 17 Maret, memang benar ada diskon besar-besaran memang," katanya

Sejak 17 Maret 2021, Centro secara resmi tutup. Ritel tersebut telah ada di Ambarrukmo Plaza atau Amplaz selama 15 tahun terakhir.

"Centro sudah 15 tahun sejak 2006, sejak Amplaz awal," katanya.

"Itu (tutup) ranahnya Centro tidak etis kalau saya ngomong," ujarnya.

Saat ini bekas gerai Centro tengah dibersihkan oleh manajemen. Nanan mengaku pihaknya akan mengonsep ulang gerai tersebut.

"Ada konsep baru untuk menggantikan Centro tapi kami belum siap untuk rilis jadi tunggu ya," ujar dia.