Penjelasan Batik Air soal Insiden Pesawat Tergelincir di Manokwari

Pesawat Batik Air tergelincir di Bandar Udara Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/3) siang. Pesawat dengan nomor penerbangan ID 6155 itu dijadwalkan terbang dari Manokwari dengan tujuan Sorong pada pukul 12.40 WIT, namun batal berangkat akibat peristiwa itu.
Ada sebanyak 123 penumpang beserta 7 awak yang berada di dalam pesawat saat peristiwa itu terjadi. Corporate Communications Strategy Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan sebelum tergelincir, pilot pesawat yang dipimpin oleh Kapten Penerbang Rudy Jaya Sakti sedang dalam posisi memutar arah untuk mencari posisi yang tepat untuk lepas landas.
"Saat pesawat berputar, pilot merasakan sesuatu yang tidak lazim dan langsung memberhentikan pesawat untuk meyakinkan keselamatan penumpang, kru, dan penerbangan," kata Danang dalam keterangan tertulisnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ban sebelah kanan pesawat keluar dari landas pacu kurang lebih 70 sentimeter (cm), menyebabkan ban masuk atau amblas beberapa sentimeter. Pilot kemudian memutuskan untuk mengevakuasi seluruh penumpang beserta kru pesawat ke bandara. Penumpang dan kru pesawat dalam keadaan selamat.
Saat ini, proses evakuasi pesawat masih dilakukan oleh teknisi Batik Air, pengelola bandara, instansi pemerintah, dan TNI. Diharapkan pesawat dapat segera dievakuasi agar penerbangan di Manokwari kembali normal.
Akibat dari kejadian ini, satu penerbangan dengan rute Sorong-Surabaya menjadi terdampak.
"Batik Air akan melayani seluruh penumpang sesuai dengan kebutuhan menurut ketentuan dan peraturan yang berlaku seperti pembatalan penerbangan atau pengembalian dana tiket secara penuh (refund) ataupun yang lainnya," pungkasnya.
