Penjelasan Beda Data Satgas dan Pemda Semarang soal Corona Aktif Tertinggi RI

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemeriksaan tes corona di Semarang, Jawa Tengah Foto: Pemprov Jawa Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Pemeriksaan tes corona di Semarang, Jawa Tengah Foto: Pemprov Jawa Tengah

Jubir Satgas Covid-19 RI Prof Wiku Adi Sasmito mengungkapkan data terkait kasus corona aktif di Indonesia. Dari daftar tersebut, Kota Semarang menjadi daerah dengan kasus corona aktif tertinggi.

"Pertama adalah tertinggi Kota Semarang 2.317, Jakarta Pusat 1.916, Kota Medan 1.432, Kota Surabaya 1.355, Jakarta Selatan 1.338, Jakarta Timur 1.327, Jakarta Utara 1.276, Makassar 1209, Jakarta Barat 1.135," ujar Prof Wiku dalam konferensi pers virtual, Senin (31/8).

Namun, ternyata data yang disampaikan Satgas ini berbeda jauh dari data Pemda. Baik Pemprov Jateng maupun Pemkot Semarang.

Persebaran kasus aktif corona di 514 Kabupaten/Kota per 29 Agustus. Foto: Satgas COVID-19

Mari kita bahas.

Pertama kita cek data milik Pemprov Jateng di situs https://corona.jatengprov.go.id/. Kota Semarang memang masih menjadi daerah dengan kasus corona tertinggi di Jateng.

Dilihat hari ini, Selasa (1/9), secara akumulasi ada 4.093 kasus corona di sana. 2.967 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sementara 462 lainnya meninggal dunia.

Jadi jika diakumulasikan, kasus corona aktif di Kota Semarang kini di angka 664 orang. Nyaris seperempat dari data yang disampaikan Satgas melalui Prof Wiku.

Data kasus corona di Jawa Tengah. Foto: Pemprov Jateng

Lalu mari tengok data corona milik Pemkot Semarang. Datanya kembali berbeda.

Di situs https://siagacorona.semarangkota.go.id/, secara total kasus corona di Semarang berjumlah 4.783 orang. 3.861 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, sementara 475 pasien meninggal dunia.

Jadi total kasus aktif corona yang masih dirawat atau isolasi berjumlah 353 orang. Makin jauh dari data Satgas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang (Dinkes Semarang), dr Abdul Hakam mengatakan, memang ada perbedaan data antara Satgas COVID-19 Pemerintah Pusat dan data di Kota Semarang.

“Terus terang saya juga kaget dengan data yang menyebutkan Semarang tertinggi mencapai 2.000 an kasus, karena berdasarkan data info COVID kami tidak demikian. Sampai saat ini kasus aktif covid di Semarang masih jauh di bawah 2000," ujar dr.Hakam, Senin (31/8).

Data Corona di Kota Semarang. Foto: Pemkot Semarang