Penjelasan Disdik soal Bantahan Bunuh Diri di Kasus Siswi SD Jatuh dari Lantai 4

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, lokasi siswi SD lompat dari lantai 4. Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, lokasi siswi SD lompat dari lantai 4. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Jatuhnya siswi SD dari lantai 4 gedung sekolah SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, membuat geger. Peristiwa itu mendapatkan perhatian sejumlah pihak, baik dari wali murid, pihak sekolah, hingga pejabat pemerintah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, memberikan penjelasan terkait pernyataannya yang membantah bahwa siswi tersebut tewas karena meloncat dari lantai 4.

Ia mengatakan, pernyataannya itu selaras dengan keterangan awal pihak kepolisian yang menyebut bunuh diri bukanlah penyebab insiden tersebut.

"Kenapa saya bilang begitu, itu kan ada pernyataan polisi, dari kapolsek. Yang saya sampaikan kan selaras. Kalau ternyata di kepolisian ada yang berproses ya monggo," kata Purwosusilo, Kamis (28/9).

Purwosusilo juga mengatakan, pihaknya menghormati proses penyelidikan yang berjalan di kepolisian. Di samping itu, pihak Disdik DKI juga membantu prosesnya agar penyebab insiden itu semakin jelas.

"Kan sifatnya bantu supaya terang benderang. Tapi kan Disdik juga enggak diam," ucapnya.

Meski begitu, Purwosusilo mengaku belum berbicara banyak dengan pihak sekolah maupun keluarga soal peristiwa tersebut.

"Saat di kamar mayat, keluarga kan dalam duka. Guru-guru berduka, kepala sekolah sampai nge-drop. Lihat dari psikologis kami dampingi, orang tua juga enggak bicara apa-apa, diam, cuma manggut aja," ujar dia.

"Kalau teman-teman nanya ini kalau pada posisi saya enggak tega. Kan (pemakaman) belum diurus, maka diurus, gunakan ambulans pemprov dan sebagainya," sambung dia.

SDN 06 Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, lokasi siswi SD lompat dari lantai 4. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Insiden terjatuhnya SR terjadi pada Selasa (26/9) pagi. Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Tedjo Asmoro, mengatakan insiden tersebut bermula ketika korban tengah bermain. Dia memastikan tak ada tanda-tanda bully saat peristiwa terjadi.

"Kalau saksi teman-teman kelas dia sama bu guru kita mintain keterangan saja. Sementara ini kita tanya-tanya enggak ada bully-bullyan di sekolah apalagi masih-masih anak SD," kata Tedjo, Selasa (26/9).

Penyelidikan Polres

Berdasarkan hasil penyelidikan dari Polres Jakarta Selatan, ternyata siswi SDN Petukangan Utara 06 Pagi ini melompat, bukan terjatuh seperti yang disampaikan sebelumnya.

"Jadi untuk sementara ini kami melihat bahwa kejadian ini yang bersangkutan korban atas nama SR ini loncat dari ketinggian di mana ketinggian ini lantai 4 dari sekolah dasar ini," jelas Kasat Reskrim Polres Jaksel, AKBP Bintoro saat dihubungi wartawan, Rabu (27/9).

Pihak kepolisian mengatakan, SR memanjat sebuah meja yang kemudian digunakannya untuk melompat. Kini, meja tersebut diamankan sebagai barang bukti.

"Jadi kami mendapatkan di TKP ada barang bukti berupa tempat duduk yang mana digunakan yang bersangkutan memanjat dan melompat," ujar Bintoro.