Penjelasan Eks Dubes Norwegia yang Selingkuh dengan 3 Wanita Indonesia

Mantan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Stig Ingemark Traavik, ditarik pulang akhir tahun lalu dan dicabut seluruh titelnya lantaran selingkuh dengan tiga wanita Indonesia. Perselingkuhan ini disebut-sebut membuat Norwegia merugikan uang negara hingga miliaran rupiah.
Hal itu terungkap dari laporan investigasi media Norwegia, Verden Gang (VG), pada Mei lalu. VG melaporkan, setelah Stig ditunjuk menjadi Dubes di Indonesia pada April 2012, beberapa bulan kemudian dia dan istrinya, seorang wanita Muslim keturunan Afghanistan, pindah ke Jakarta.
Hubungan gelap antara Stig dan seorang wanita Indonesia terjadi pada 2013. Stig disebut selingkuh dengan aktivis organisasi nonpemerintahan yang bergerak di bidang kebudayaan. Organisasi tersebut telah menerima bantuan dari pemerintah Norwegia sebesar hampir 3 juta NOK atau lebih dari Rp 5 miliar.

Tak hanya itu, organisasi tersebut juga kerap mendapatkan dana hibah dari Norwegia atas tanda tangan Stig. Bahkan, wanita tersebut juga pernah meminta dana langsung ke Kementerian Luar Negeri Norwegia yang jumlahnya sejumlah 1,3 juta NOK atau lebih dari Rp 2 miliar. Permintaan itu diloloskan setelah Stig memberikan surat rekomendasi.
Di kesempatan lain, masih merujuk VG, Stig juga pernah mengadakan acara makan malam bersama wanita itu. Namun, tagihan jamuan makan malam tersebut diberikan kepada Kedutaan.
Hubungannya dengan wanita ini kandas. Kemudian Stig menjalani hubungan terlarang kembali dengan wanita lainnya, seorang pengusaha Indonesia. VG mencatat, wanita ini pernah berjabat tangan dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg dalam kunjungannya ke Jakarta pada April 2015.
Setelah hubungan Stig dengan wanita kedua itu juga berakhir, dia kembali menjalin percintaan dengan seorang pengusaha wanita asal Indonesia lainnya di awal 2016.
Diterpa kasus demikian, Stig akhirnya membuka suara kepada semua media. Dia berkukuh, tidak pernah ada dana negara yang diselewengkan dari masalah pribadinya itu. Bahkan, Stig juga merasa ada konflik kepentingan dalam kasusnya.
"Tidak ada yang diuntungkan dan tidak ada dana publik yang disalahgunakan. Dalam kasus ini seharusnya saya merasa ini ada potensi konflik kepentingan, tapi hal itu tak adil bagi siapapun," ujar Stig dalam keterangan tertulisnya yang diterima kumparan (kumparan.com), Minggu (1/10).
Stig juga mengaku sudah mengajukan cerai dengan mantan istrinya sejak September 2016 silam, dan sudah resmi berpisah pada Oktober 2016. "Oleh karena itu, kegiatan mantan istri saya tidak ada hubungannya dengan saya atau pemerintahan saya sejak Oktober tahun lalu," ujarnya.
Stig juga sudah mengakui kesalahannya, dan berjanji akan memperbaiki diri. "Saya akan memperbaiki diri," kata dia.
Menurut laporan VG, kasus Stig diketahui usai suami dari wanita pertama yang diselingkuhi Stig, melaporkan perbuatan Dubes itu ke Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta pada Mei lalu. Surat tersebut dibaca oleh Wakil Dubes, Hilde Solbakken, dan disalin lalu diberikan ke empat staf Kedutaan lainnya.
Pria yang juga seorang diplomat ini mengungkap perselingkuhan istrinya dengan Stig. Dia mengaku sangat prihatin bahwa seorang yang diberi tanggung jawab sebagai dubes "bisa berkelakuan seperti itu."
Email itu dikirim ke pemerintahan Oslo. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Norwegia, Frode O Andersen, surat itu diterima pada Mei tahun lalu.
Andersen mengatakan Stig hanya dicabut titelnya dan mendapatkan teguran keras secara lisan. Untuk penyaluran uang negara atas dasar perselingkuhan itu, kata Andersen yang dikutip VG, Kemlu Norwegia tidak akan melibatkan kepolisian.
Berikut penjelasan lengkap Stig tentang perselingkuhannya:
Dear colleague, dear friend
First of all I apologize for not having been able to stay in touch as I wished to. The last year has been challenging, and I have been forced to spend a lot of efforts to defend against false accusations. These have been launched partly anonymously and partly through the media.
The short version of all of this is that I have been cleared of any wrongdoing. No one has received any unfair advantage, no public funds have been misused. In one case I should have declared a potential conflict of interest, but this formal mistake did not lead to any unfair advantage to anyone.
I have also been made aware that some confusion has been created about my personal status. I filed for divorce from my former wife in September 2016, and the official date of separation in the official document from the Governor of Oslo was set to October 2016. Hence, the activities of my former wife bear no relation to me or my government since October last year.
I would like to thank all those of you who In various ways have been supportive through this challenging time. I regret past mistakes in my personal life - but I had never believed that I would be forced to defend against very malicious and false accusations in public. I believe that the worst is over, but I am also aware that there are continued and deliberate efforts to keep false rumors alive, including by provoking false media reports. It has been a great comfort for me to see proof of friendship and ability to see through the lies from so many friends.
I apologize again for not having been good at staying in touch, and I will try to improve!
Warm regards
Stig
