Penjelasan Istana soal Pernyataan Jokowi Harus Berdamai dengan COVID-19

kumparanNEWSverified-green

comment
18
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo mengenakan masker saat memimpin upacara pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo mengenakan masker saat memimpin upacara pelantikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Presiden Jokowi sempat memberikan pernyataan bahwa masyarakat Indonesia kini harus hidup berdamai dengan COVID-19 dalam beberapa waktu ke depan sampai ditemukannya vaksin virus tersebut. Pernyataan ini sempat menuai kritik dari sejumlah pihak karena sebelumnya pemerintah menyebut virus corona harus diperangi.

Pihak Istana menjelaskan, yang dimaksud hidup berdamai dengan virus corona adalah mentaati segala kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mencegah penyebaran.

"Kita harus mampu bertahan melalui berbagai bantuan yang disampaikan pemerintah. Kita juga jangan bersikap berlebihan, bersikaplah sepantasnya. Misalnya kalau PSBB ya PSBB, jangan kemudian kita ada yang mau karantina wilayah. COVID-19 kan sudah bagian dari kehidupan kita sehari-hari," kata Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian, Jumat (8/5).

embed from external kumparan

Karena sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, maka seluruh masyarakat Indonesia harus membiasakan diri. Termasuk, mematuhi segala protokol kesehatan yang ditetapkan.

"Kita harus membiasakan diri dalam kondisi seperti ini. Bagaimana menggunakan masker, membatasi mobilitas keluar rumah. Kemudian mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan, cuci tangan dengan sabun dan tidak kontak fisik," ujarnya.

Tak hanya itu, pernyataan Jokowi, kata Donny, juga menekankan pentingnya produktivitas di tengah wabah corona. Jokowi mengajak seluruh masyarakat tetap bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat meski COVID-19 masih ada.

"Jadi memang kita tahu bahwa sudah menjadi keseharian kita sehingga kita harus hidup dalam kondisi seperti ini dengan tidak mengurangi produktivitas. Ada saran work for home, tetap beribadah, bekerja dan belajar dari rumah," ujarnya.

embed from external kumparan

"Bukan artinya mengalah dengan COVID-19 bukan kita mengesampingkan bahayanya. Tapi kita tetap harus bisa hidup dengan layak," paparnya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan laju kurva penyebaran COVID-19 masih bersifat dinamis. Artinya bisa naik dan turun lagi sampai vaksin untuk corona berhasil ditemukan.

Sehingga, Jokowi meminta masyarakat hidup berdamai dengan COVID-19.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan COVID-19 untuk beberapa waktu ke depan," kata Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Kamis (7/5).

Hal serupa juga diunggah di akun medsos Jokowi.

X post embed

========

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

**

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.