Penjelasan Kemlu soal Insiden Relawan GSF Disebut Bukan Kasus Penculikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, saat memberikan keterangan pers di Kemlu RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, saat memberikan keterangan pers di Kemlu RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meluruskan pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono yang menyebut kasus intersep relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 oleh Israel bukan penculikan atau penyanderaan.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan pemerintah Indonesia tetap mengutuk keras insiden pencegatan kapal misi kemanusiaan menuju Gaza yang berisi 9 WNI termasuk jurnalis tersebut dan tidak membenarkan penangkapan yang dilakukan Israel.

“Kita pemerintah Indonesia, Kementerian Luar Negeri jelas-jelas mengutuk keras insiden ini ya,” kata Yvonne saat memberikan keterangan pers di Kemlu RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Yvonne mengatakan, pihaknya memahami perhatian publik terhadap penggunaan istilah “penculikan” maupun “penyanderaan” yang ramai diperdebatkan di media sosial, namun, menurutnya fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan para WNI yang berada di Israel.

“Jadi mungkin kita memahami perhatian publik terhadap penggunaan-penggunaan istilah ini benar apa ini salah jadinya asumsinya ke mana-mana. Kita sangat memahami hal tersebut, tapi memang kita perlu tekankan bahwa fokus pemerintah saat ini memastikan keselamatan teman-teman kita yang ada di sana,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia menambahkan, pemerintah terus mengupayakan akses komunikasi dengan para relawan serta mendorong proses pemulangan dilakukan secepat mungkin dan tanpa hambatan.

“Keselamatan para WNI yang ada di sana, kita mengupayakan selalu akses komunikasi dan juga tentu sebagaimana saya sampaikan tadi pemulangan secepat mungkin tanpa hambatan dan dalam kondisi yang aman,” katanya.

Yvonne juga menegaskan, pemerintah Indonesia tidak pernah membenarkan tindakan penangkapan terhadap para relawan misi kemanusiaan tersebut.

“Tidak pernah kita membenarkan apa namanya sebagaimana saya sampaikan tadi membenarkan penangkapan tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, pernyataan Sugiono menjadi sorotan publik setelah menyebut WNI yang mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza bukan berada dalam situasi penculikan maupun penyanderaan.

“Ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan,” kata Sugiono usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sugiono menjelaskan, kapal-kapal GSF diintersepsi militer Israel saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Terbaru, para relawan GSF yang sempat ditangkap kini sudah dibebaskan seluruhnya.