Penjelasan Lengkap Pemerintah soal Polemik Kartu Prakerja

Pemerintah telah membuka pendafaran Kartu Prakerja pada Sabtu (11/4) pekan lalu. Program tersebut diperuntukkan bagi para calon maupun mereka yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat pandemi corona.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, menjelaskan kartu prakerja adalah program bantuan biaya pelatihan untuk peningkatan kompetensi baik itu pengetahuan, keterampilan, maupun budaya atau sikap kerja kepada angkatan kerja.
"Namun dalam rangka merespons COVID-19, program kartu prakerja juga ditujukan sebagai instrumen social sefety net untuk membantu meringankan beban hidup dan membantu daya beli masyarakat yang terdampak COVID-19," kata Purbasari dalam konferensi pers di BNPB Selasa (14/4).
Purbasari menjelaskan, sasaran penerima kartu prakerja adalah WNI 18 tahun ke atas yang tidak sedang mengenyam pendidikan formal.
"Namun sekali lagi dalam rangka merespons COVID-19 sasaran dari program kartu prakerja juga ditujukan utamanya kepada pekerja mau pun pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak penghidupannya karena COVID-19," jelasnya.
Selanjutnya bagaimana pendaftaran kartu prakerja?
Pendaftaran kartu prakerja semuanya dilakukan lewat situs resmi prakerja di www.prakerja.go.id.
"Kepada teman-teman semua ibu dan bapak, saudara-saudara untuk tidak menggunakan saluran-saluran lain untuk tidak mendaftar kartu prakerja. Untuk program kartu prakerja ini tiga hari lalu dirilis, telah terdaftar 4 juta orang melalui situs resmi," jelas Purbasari.
Dari jumlah itu lanjutnya, yang sudah bergabung ke dalam gelombang pertama pendaftaran yang dibuka sejak hari sabtu, nantinya Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB, akan ada sebanyak 1 juta orang.
"Kepada saudara saudara sekalian, pendaftaran kartu program prakerja akan dibuka setiap minggu, dari Senin pukul 8 sampai dengan Kamis pukul 16.00 WIB," jelasnya
Jadi, jelas Purbasari, setiap minggu akan ada gelombang pendaftaran untuk peserta kartu prakerja.
"Yang pertama bapak ibu bisa membaca di website di situ kami sediakan informasinya baik itu info grafis maupun video dalam durasi 59 detik program kartu prakerja di website," kata Purbasari.
"Dan mendaftar, kami lakukan verifikasi, kemudian dilakukan tes pendek untuk mengukur kemampuan dasar mau pun motivasi," terangnya.
Tahap ketiga, Purbasari menjelaskan, untuk mendapatkan pengumuman apakah Anda masuk atau diterima peserta gelombang pertama, Anda bisa pergi kepada digital platform resmi management pelaksana kartu prakerja dan memilih sendiri pelatihan yang diinginkan.
"Jenis pelatihan yang diinginkan sampai saat ini ada 900 pelatihan yang tersedia di 8 digital platform, silakan saudara-saudara untuk membanding-bandingkan paket yang tersedia, harganya dan apakah sesuai diinginkan atau yang ingin dipelajari," ungkapnya.
"Setelah itu tinggal mengikuti pelatihan secara online, karena dalam masa COVID-19 ini kami memutuskan atas arahan komite pelaksana cipta kerja yang dipimpin oleh Menko Perekonomian untuk memastikan semua pelatihannya dilaksanakan secara online buka lewat tatap muka, yang memiliki risiko penularan COVID-19," kata dia.
Setelah melakukan pelatihan secara online, kemudian peserta kartu prakerja akan mendapatkan sertifikat elektronik. Setelah itu peserta diminta memberikan ulasan yang jujur terhadap kualitas pelatihan tersebut.
"Karena kami meyakini hanya lewat masukan feedback pengguna kami bisa memperbaiki program ini untuk masyarakat. Selanjutnya setelah rekan rekan memberikan feedback, rekan-rekan akan mendapatkan insentif pasca penuntasan pelatihan," paparnya.
"Jadi insentif ini hanya diterima ketika pelatihan pertama dituntaskan, karena kami ingin memastikan program kartu prakerja betul-betul untuk peningkatan kompetensi prakerja, yang itu barang kali membedakan dengan program-program bantuan sosial lainnya," lanjutnya.
Setelah pelatihan dituntaskan, peserta akan mendapatkan transfer dari pemerintah sebesar Rp 600 ribu dikalikan 4 bulan dalam rekening bank atau rekening e-wallet yang dipilih.
"Silakan dipilih apakah akan ditransfer ke OVO, LinkAja, atau Gopay atau rekening bank, silakan ditulis dan kami akan mentransfer tanpa mengurangi satu rupiah pun dari hak bapak dan ibu," paparnya.
"Uang insentif ini diharapkan menjadi social safety net yang meringankan beban rekan-rekan bapak ibu sekalian. Silakan digunakan sebaik-baiknya," jelasnya.
Selanjutnya, adalah manfaat kartu prakerja, manfaatnya adalah total Rp 3.350.000 per orang, diberikan satu kali.
"Karena saya mengimbau, dalam masa unusual, extraordinary ini mari kita mengedepankan toleransi dan empati kepada saudara saudara kita yang terdampak paling dalam, kita dahulukan, ketika kita ada yang lebih susah daripada kita mari kita dahulu kartu prakerja bagi mereka," kata Purbasari.
Purbasari menyebut manfaat Rp 3.350.000 terbagi dari 3 program. Pertama Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, apa pun pelatihannya, peserta bebas memilih pelatihannya.
"Paket masing-masing harganya Rp 200 ribu bisa mengambil 5 pelatihan, dan baru bisa mengambil pelatihan kedua bila telah menuntaskan pelatihan pertama," terangnya.
Kedua, insentif pascapelatihan sebesar Rp 600.000 ribu per bulan, yang diberikan selama 4 bulan berturut-turut,
Terakhir Rp 150 ribu, itu adalah pascapengisian survey evaluasi. Purbasari meminta para peserta nantinya memberi feedback dari program tersebut.
