Penjelasan Pemkot soal Jalan Ambles di Semarang Diduga Karena Sapu-sapu
·waktu baca 2 menit

Tanggul Sungai Silandak dan Jalan Jembawan I, RT 06 RW 01 Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Kota Semarang, ambles. Warga sekitar menduga ambles disebabkan ikan sapu-sapu.
Pantauan kumparan di lokasi, jalan ambles sepanjang sekitar 20 meter dengan kedalaman 2 meter. Jalan berbatasan langsung dengan rumah warga.
Salah seorang warga, Projo, mengatakan retakan dan amblesnya jalan muncul sejak Selasa (5/5) siang. Lalu semakin parah pada malam hari.
"Dugaan kami ikan sapu-sapu nggerongi (melubangi) di pondasi tanggul (sungai) sampai masuk ke bawah jalan, akhirnya ambles," kata Projo, Jumat (8/5).
Warga berharap amblesnya jalan bisa segera ditangani. Warga takut apabila hujan deras dan banjir, kondisi ambles makin parah.
"Harapan saya segera dilakukan perbaikan atau penguatan tanggul," harap Projo.
Pemkot Semarang Bantah Karena Sapu-sapu
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Kota Semarang, Rita Muflikatun Nu’amah, mengatakan kerusakan tanggul disebabkan karakter arus sungai yang berputar dan terus menggerus tanah di bawah konstruksi tanggul.
"Aliran sungai di lokasi tersebut berputar dan mengikis tanah di bawah tanggul hingga akhirnya jebol dan menyebabkan tanah ambles," kata Rita.
Selain itu, dari hasil peninjauan, ikan sapu-sapu yang ada belum membahayakan dan belum dikategorikan sebagai ledakan populasi.
"Memang ada ikan sapu-sapu di sana, tetapi belum dalam kategori membahayakan jika melihat kondisi Sungai Silandak. Kerusakan tanggul lebih condong disebabkan arus sungai yang cukup deras," tegas Rita.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan amblesnya jalan dipicu kondisi tanggul Sungai Silandak yang miring dan mengalami rembesan, bukan karena ikan sapu-sapu.
"Dari hasil survei, penurunan jalan sepanjang 41 meter itu dipicu tanggul Sungai Silandak yang mengalami kemiringan serta rembesan. Aliran air menggerus pondasi talud sehingga tanah di bawah jalan ikut tertarik," kata Murni.
Murni menjelaskan, perbaikan tanggul dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Perbaikan tanggul menjadi prioritas sebelum perbaikan badan jalan yang rusak.
"Kami terus berkoordinasi dengan BBWS supaya penanganan talud bisa segera dilakukan. Setelah itu baru kami lanjutkan dengan perbaikan aspal jalan demi keselamatan dan kenyamanan warga," kata Murni.
