Penjelasan Politikus PDIP Said Abdullah soal Disebut Bagi-bagi Uang di Masjid

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Ilustrasi PDIP Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PDIP Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Beredar video Ketua Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi PDIP Said Abdullah bersama para pengurus cabang PDIP se-Madura membagikan sembako sebanyak 175 ribu paket kepada kaum miskin di Madura.

Selain itu, mereka juga membagikan sejumlah uang. Uang itu berada dalam amplop berlogo PDIP.

Aksi berbagi sembako dan uang tunai itu mendapat sorotan dari akun twitter @PartaiSocmed. Disebut kegiatan itu merupakan politik uang atau money politics.

Kegiatan itu dilakukan di Masjid Abdullah Sychan Baghraf. Masjid itu dibangun secara gotong royong oleh Said Abdullah—politikus yang besar di Sumenep, Madura.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/9). Foto: Zamachsyari/Kumparan

Said Abdullah memberikan klarifikasi terhadap kejadian itu. Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan itu bukan money politics.

“Bantuan 175 ribu paket sembako ini jelas masih kurang jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah rumah tangga miskin se-Madura," kata Said dalam keterangannya, Senin (27/3).

"Pada kesempatan ini saya juga perlu menjelaskan ke media massa, seperti di-framing oleh sebuah akun anonim di media sosial, kami membagikan uang ke warga Madura," tambah dia.

Said mengaku, dia dan para pengurus cabang PDI Perjuangan se-Madura rutin membagikan sembako dan uang kepada warga fakir miskin. Uang itu, katanya diniatkan sebagai zakat mal.

"Dan hal itu rutin saya lakukan setiap tahun sejak 2006. Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin.”

- Said Abdullah.

Anggota DPR RI fraksi PDIP Said Abdullah terpilih sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI beserta empat wakil ketua lainnya di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Said menegaskan, apabila hal itu dikaitkan dengan money politics tentu itu salah. Dia juga menjelaskan, setiap reses para anggota DPR selalu mendapatkan uang dan uang itulah yang dia bagikan dalam bentuk sembako.

“Jadi kalau itu dikesankan money politics tentu salah alamat. Saya perlu sampaikan seterang-terangnya, setiap reses saya menerima uang reses selaku anggota DPR. Uang itu saya bagikan sepenuhnya ke rakyat dalam bentuk bantuan sembako, dan itu bagian dari akuntabilitas publik yang harus saya lakukan," tutur Said.

Selain itu, Said menjelaskan mengapa ada logo PDIP di dalam amplop yang diberikan. Dia mengatakan, hal itu dikarenakan para kader bergotong royong untuk memberikan bantuan itu.

"Kegiatan ini kami lakukan di luar masa kampanye yang diatur oleh KPU. Jadi jangan digiring ke arah sana. Saya sangat paham apa yang harus kami patuhi sebagai caleg di masa kampanye. Jangankan masa kampanye, caleg saja saat ini belum ditetapkan oleh KPU," ujar Said.

X post embed

=====

kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tahu informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama