Penjelasan PSI soal Sunny Tanuwidjaja 'Eks Staf Ahok' sebagai Wanbin

Sebagai partai baru yang akan memulai debut perdananya di Pemilu 2019, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuai sorotan luas. Kali ini soal dua tokoh yang duduk sebagai Dewan Pembina PSI, yaitu pengusaha Jeffrie Geovanie dan eks staf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunny Tanuwidjaja.
Keduanya diketahui dalam dokumen kepengurusan PSI yang dipublikasikan KPU melalui website tentang parpol-parpol peserta Pemilu 2019. Kepengurusan PSI yang diterima KPU disahkan Kemenkumham tanggal 26 September 2017.
Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut kedua nama itu sudah ada sejak awal dalam kepengurusan PSI. "Di akta pendirikan sebelum lolos verifikasi Kemenkumham bahkan sudah ada. Jadi ini bukan dokumen baru, ini dokumen publik yang sudah bisa diakses dari dulu," ucap pria yang akrab disapa Toni itu kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (28/2).

Toni menyebut dia yang mengajak Sunny masuk dalam kepengurusan PSI. Toni mengaku sudah kenal lama dengan eks staf Ahok itu, bahkan sebelum Toni mengenal Grace Natalie, ketum PSI.
"Sama-sama aktivis-akademisi. Saya ngajak para akademisi enggak pada mau, alhamdulillah Sunny mau. Jadi nama Sunny ada sejak awal," terang Toni.
Tony heran hadirnya Sunnny baru diperbincangkan hari ini, padahal dokumen kepengurusan PSI sudah menyebar ke seluruh kecamatan, kelurahan, dan Kesbangpol se-Indonesia untuk syarat verifikasi Kemenkumham dan KPU.
"Aneh saja baru diramaikan sekarang. Kenapa sekarang? Apa karena PSI sudah jadi ada di hati rakyat?" ucap Toni.
Nama Sunny mulai dikenal setelah KPK membongkar kasus dugaan suap raperda yang berkaitan dengan proyek reklamasi di pesisir utara Jakarta. Kasus itu menyeret Ketua DPRD D DKI Jakarta Mohamad Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk Ariesman Widjaja.
Ahok mengakui dekat dengan Sunny sejak 2009.

Begitu juga dengan nama pengusaha Jeffrie Geovanie. Toni mengatakan dia dan Grace Natalie yang mengajak agar anggota MPR periode 2014-2019 itu masuk dalam kepengurusan PSI.
"Awalnya dia enggak mau masuk, dari luar saja. Tapi kami 'paksa' supaya namanya juga tertulis. Saya sudah kenal lama,dia ketua Yayasan Maarif Institute," terang Toni.
Dalam kesempatan sebelumnya, Grace pernah menyebut Jeffrie sebagai salah satu yang mendanai kegiatan PSI. "Iya, benar Bang Jeffry Geovanie support kami. Kami akan laporkan nanti para donatur lengkap dengan NPWP-nya ke KPU," kata Grace kepada kumparan, Selasa (31/10/2017).
