Penjelasan PT Wika Beton Soal Kecelakaan Proyek LRT di Pulo Gadung

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Wika Beton Hadian Pramudita (Foto: Novan Nurul/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Wika Beton Hadian Pramudita (Foto: Novan Nurul/kumparan)

Konstruksi beton pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, roboh dan melukai lima pekerja. PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) selaku kontraktor proyek tengah menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

"Belum (diketahui dugaan awal kecelakaan), karena kejadian hari ini kita memberikan dan mengumpulkan data dulu kemudian kita beri ke konsultan," ujar Dirut PT WTON, Hadian Pramudita ketika ditemui di lokasi kecelakaan, Senin (22/1).

Hadian juga enggan mengomentari indikasi adanya kegagalan proyek, karena pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Saya tidak bisa berkomentar karena biar pemilik proyek dan konsultan saja," ucapnya.

Hadian juga menyebut kualitas beton proyek LRT tersebut sama dengan proyek lain yang sedang dan pernah dikerjakan WTON. Sehingga kualitas material belum dapat disimpulkan sebagai penyebab insiden tersebut.

Konstruksi beton proyek LRT di Pulo Gadung roboh  (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Konstruksi beton proyek LRT di Pulo Gadung roboh (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

"Harusnya sama (kualitas beton), kan bukan berarti dari kualitas beton juga maka di-cek dulu. Harusnya kualitas itu dari mutu beton dan pengerjaan semua," jelasnya.

LRT tersebut saat ini sedang dikebut pengerjaannya jelang penyelenggaraan Asian Games. Meski ada insiden, namun Hadian memastikan proyek LRT dapat selesai sesuai target.

"Kami sendiri di WTON juga akan nguber produksinya. Ini kan produksi di pabrik ya, Supaya terkontrol. Ini kita coba dengan jumlah cetakan yang cukup banyak, kita on schedule juga. Diharapkan enggak (melambatkan target). Kan ada sektor lain, ini rel juga belum pasang," kata dia.

Lima pekerja yang terluka saat ini sedang dirawat di RS Columbia Asia, Pulomas, Jakarta Timur. Hadian mengatakan tiga orang dalam kondisi baik, sementara dua orang lainnya menderita luka ringan.

"Korban jiwa tidak ada, yang luka tinggal dua tapi tidak berat. Keseluruhan lima orang yang tiga orang enggak kenapa napa.

Sementara beton yang roboh akan dimusnahkan.

"Ini (beton roboh) akan kita demolish," pungkas Hadian.