Penjelasan RSUD Pasar Minggu soal Pasien COVID-19 Ngamuk Serang Petugas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RSUD Pasar Minggu, Jakarta.  Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
RSUD Pasar Minggu, Jakarta. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

RSUD Pasar Minggu buka suara terkait video penyerangan yang dilakukan pasien COVID-19 kepada satpam rumah sakit. Direktur RSUD Pasar Minggu dr Yudi Amiarno mengatakan penyerangan itu terjadi pada Sabtu (19/6).

Yudi menjelaskan awalnya pasien datang ke IGD RSUD Pasar Minggu sekitar pukul 10.00 WIB pada Jumat (18/6) dengan membawa hasil swab PCR positif COVID-19. Pasien kemudian dilakukan asesmen oleh tim triase IGD dan dipindahkan ke ruang transit pukul 14.00 WIB.

"Kondisi ruang transit IGD pada saat itu dalam posisi penuh," kata Yudi dalam video klarifikasi di akun Instagram RSUD Pasar Minggu, Kamis (24/6).

X post embed

Pada Sabtu pagi pasien tiba-tiba mengamuk dan menyerang petugas yang ada di sana. Yudi tidak menjelaskan apa yang membuat pasien melakukan hal itu.

"Tanggal 19 Juni 20201 jam 9 pagi pasien tiba-tiba menyerang petugas secara verbal maupun motorik. Petugas berusaha menenangkan pasien dengan melakukan edukasi namun pasien tetap tidak kooperatif dan tetap berusaha menyerang petugas sehingga dokter memanggil petugas keamanan untuk membantu menenangkan pasien," kata Yudi.

Yudi menjelaskan saat itu satpam rumah sakit berada di luar zona merah. Karena keadaan darurat tersebut akhirnya petugas masuk ke zona merah tanpa sempat mengenakan APD untuk membantu menenangkan pasien.

kumparan post embed

"Pasien dilakukan viksasi dengan bantuan alat listrik. Penyerangan menyebabkan hazmat dokter jaga saat itu sobek, sehingga dokter harus segera mengganti hazmat," kata Yudi.

Meski begitu dia tidak menjelaskan bagaimana penanganan lanjutan terhadap pasien tersebut. Begitu juga dengan kondisi petugas keamanan yang kontak langsung dengan pasien COVID-19 tanpa APD.

Kapolsek Cilandak Kompol Bambang Handoko sebelumnya telah mengkonfirmasi kejadian tersebut. Ia mengatakan satpam itu terpapar virus corona.

"Menurut informasi Kapuskes, satpam itu sudah terpapar COVID," kata Handoko saat dikonfirmasi, Kamis (24/6).

kumparan post embed