Penjelasan Satpol PP soal Ricuh Pekerja Proyek di Jaksel, Dipicu Parkir Liar

Kericuhan antara petugas Satpol PP DKI Jakarta dan sejumlah pekerja proyek terjadi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terekam kamera dan beredar di media sosial.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/10). Semuanya bermula dari penertiban aktivitas yang mengganggu hak pengguna jalan di sepanjang trotoar.
Satriadi menjelaskan bahwa penertiban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, Polri, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Penertiban itu menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai aktivitas yang mengganggu trotoar dan hak pejalan kaki. Saat itu petugas menertibkan kendaraan yang parkir liar, juga bersama Dishub melakukan operasi cabut pentil terhadap sepeda motor yang terparkir di lokasi.
"Yang memicu ya yang parkir liar itu," kata Satriadi saat dihubungi kumparan, Minggu (11/10).
Satriadi mengatakan, kericuhan diduga dipicu oleh keberatan pihak yang memiliki lapak dan orang-orang yang memarkirkan sepeda motor di lokasi saat penertiban berlangsung.
"Yang punya lapak itu sama parkir liar itu (tidak terima), dari yang parkir motor ini," ujarnya.
Dia menegaskan, Satpol PP dalam kegiatan tersebut bertugas mendampingi tim gabungan. Penanganan parkir liar dilakukan oleh Dishub, sedangkan Satpol PP menjalankan tugas mengembalikan fungsi utama trotoar.
Menurut Satriadi, petugas telah menjalankan penertiban secara humanis dan profesional sesuai SOP. Dia juga memastikan petugas memiliki surat tugas untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
"Sudah melakukan secara humanis, menjalankan fungsinya. Mengembalikan hak pejalan kaki, pengguna jalan. Sudah sesuai SOP. Surat tugas ada, semuanya ada," jelas dia.
Satriadi juga menambahkan, persoalan tersebut telah diselesaikan melalui upaya damai. Dia menyebut situasi setelah kejadian sudah kondusif.
"Ya akhirnya terjadi gitu, tapi ya setelah itu didamaikan. Sudah diselesaikan," ujarnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Satriadi menjelaskan bahwa penertiban pada Kamis tersebut merupakan tindak lanjut aduan masyarakat dan laporan melalui sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM). Kegiatan itu berbeda dari program rutin "Rabu Tertib" yang dilaksanakan Satpol PP di berbagai wilayah Jakarta.
Adapun lokasi penertiban yang dilakukan pada Kamis tersebut meliputi Jalan Pakubuwono di Kelurahan Gunung, Jalan Pangeran Antasari di Kelurahan Cipete Utara, Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Plaza Asia, Kelurahan Senayan, serta Jalan Wolter Monginsidi di Kelurahan Selong.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kericuhan antara petugas Satpol PP dan sejumlah pekerja proyek di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam narasi yang menyertai video tersebut, kericuhan disebut bermula saat petugas hendak menertibkan pedagang nasi yang sedang melayani pekerja proyek. Sejumlah pekerja disebut sempat memberikan perlawanan untuk membela pedagang tersebut.
Satriadi memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan melalui upaya damai. Dia menegaskan, penertiban dilakukan oleh tim gabungan untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait aktivitas yang mengganggu hak pejalan kaki di trotoar.
