Penjelasan TNI AD soal Akun Twitter Diduga Dibajak
·waktu baca 2 menit

Akun Twitter resmi milik TNI AD diduga dibajak. Hal itu diketahui dari sejumlah postingan di akun tersebut yang didominasi dengan konten Non-Fungible Token atau NFT Pudgy Penguins.
Akun Twitter resmi TNI Angkatan Darat (AD) yang sudah terverifikasi menjadi sasaran pembajakan oleh orang tidak dikenal. AKun yang biasanya menyampaikan informasi yang berhubungan dengan TNI AD justru mengunggah hal terkait NFT Pudgy Penguins.
Setidaknya ada 19 postingan serta retweet pada akun resmi TNI AD itu. Tak hanya mengunggah postingan yang tak seharusnya, akun Twitter dengan pengikut 424,9 ribu itu juga menghilangkan foto profil maupun wallpaper yang dipasang pada akun tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari mengungkapkan, TNI AD saat ini tengah dalam proses untuk meningkatkan keamanan. Hal itu dilakukan di tengah ancaman isu peretasan data yang belakangan mengancam instansi atau pejabat.
”Untuk alasan keamanan di tengah ramainya isu peretasan data instansi maupun pejabat oleh hacker yang saat ini terjadi, kami sedang meningkatkan keamanan akun twitter official kami dengan melakukan perubahan data sesuai permintaan pihak twitter,” ujar Hamim saat dihubungi, Senin (12/9).
Atas proses peningkatan keamanan itu, Hamim menyebut prosesnya masih dilakukan oleh pihak Twitter. Ia berharap prosesnya akan segera rampung sehingga akun tersebut dapat digunakan kembali sesuai dengan peruntukannya.
”Saat ini pihak twitter masih dalam proses verifikasi data-data yang diperlukan, dan mudah-mudahan proses ini segera selesaikan sehingga akun twitter official TNI AD akan Kembali operasional secara normal,” kata Hamim.
