Penjelasan TNI AL Soal Video Viral Ombak di Kolam Renang

Masyarakat dikejutkan dengan beredarnya video kolam berenang milik TNI AL di Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran (Puslatdiksarmil), Sidoarjo, Jawa Timur, yang berombak. Masyarakat mengaitkan video berdurasi 2,17 menit itu dengan bencana tsunami yang pernah ada di Indonesia.
"Kolam renang Puslatdikkormil TNI AL Juanda, air kolamnya berombak keras padahal kosong tidak ada yang berenang, kondisi ini sudah tiga kali sebelum tsunami Aceh, Palu, Donggala," ujar narasi dalam video tersebut.
Menanggapi viralnya video kolam renang itu, Puslatdiksarmil TNI AL, melalui Kepala Bidang Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Harry Djatmiko, mengatakan ombak yang terjadi di kolam renang itu adalah ombak buatan.
"Kolam renang Puslatdiksarmil TNI AL Juanda memang dipasangi semacam alat blower pengaduk air," ujar Harry dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/10).
Harry menambahkan, alat yang sengaja dipasang itu adalah fasilitas yang digunakan untuk simulasi penanganan bencana.
"Sebagai salah satu sarana Diklat Penanganan SAR Perairan (Laut dan Sungai) yang difungsikan untuk simulasi kejadian dan bencana," imbuh Harry.
Sebelumnya, lokasi kolam renang yang viral itu berada di Tirta Krida Juanda, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur. Terdengar percakapan singkat dari dua orang di dalam video tersebut.
"Baru kali ini ya Pak Ikhsan?" ujar perekam video.Pertanyaan itu langsung dijawab oleh seorang laki-laki yang berada di kolam renang.
"Tiga kali Ndan, tsunami Aceh kan (suara tidak jelas). Saya suruh naik semua (menyebut tidak jelas). Ombak wuf, malamnya juga begitu.. Nias itu. Untung kita satu meter dari itu. Kok (tidak jelas) sudah habis," ujar seorang laki-laki yang duduk di tepi kolam renang.
