Penjelasan TNI soal Penerima Adhi Makayasa 2025 Ada 8 Perwira Remaja
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto melantik 2.000 perwira remaja TNI-Polri melalui upacara prasetya perwira (praspa) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/7).
Rinciannya, ada 827 dari Akademi Militer, 433 dari Akademi Angkatan Laut, 293 dari Akademi Angkatan Udara, dan 447 dari Akademi Kepolisian.
Sementara penerima Adhi Makayasa ada 8 orang. Artinya, ada 2 penerima dari masing-masing kesatuan.
Penjelasan Mabes TNI
Mabes TNI memberikan penjelasan mengapa ada 8 perwira remaja yang menerima Adhi Makayasa. Biasanya, dalam setiap pelantikan, hanya ada 4 perwira penerima penghargaan tertinggi dalam pendidikan akademi.
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, karena ada penyesuaian kurikulum.
"Hal ini karena perwira remaja yang dilantik terdiri dari dua angkatan sekaligus, ini disebabkan adanya penyesuaian kurikulum dan perubahan masa pendidikan di lingkungan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian," kata Kristomei.
"Kehadiran dua angkatan ini menjadi kekuatan tambahan bagi TNI dan Polri dalam menghadapi tantangan tugas ke depan," tambah dia.
Dengan perubahan itu, taruna yang masuk pada tahun 2021 masih menjalani 4 tahun masa pendidikan dengan mulai tingkat I-IV.
Sedangkan, taruna yang masuk pada 2022 sudah menjalankan kurikulum baru dengan masa belajar 3 tahun. Tingkatan pendidikan juga berubah jadi hanya tingkat I-III.
Berikut daftar penerima Adhi Makayasa:
Tingkat IV
Akmil: Alim Bimo Pratowo (Wonogiri)
AAL: Menanda Putra Duta (Indragiri Hilir, Riau)
AAU: Evan Basith Reswara (Sukoharjo)
Akpol: Muh. Malik Aditya K (Jember)
Tingkat III
Akmil: Muh. Afridzal Muchlis (Makassar)
AAL: Aryya Handaru (Bekasi)
AAU: Axel Fahreza Aditama (Sukoharjo)
Akpol: Fathan Putra Rifitro (Jakarta)
Sebelumnya Prabowo mengatakan, sudah ratusan tahun Indonesia dijajah. Oleh sebab itu, perwira TNI-Polri yang baru ini harus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
"Sudah ratusan tahun kita dijajah kekayaan kita diambil, kita diperlakukan lebih rendah dari hewan," kata Prabowo.
"Ingat ini adalah warisan yang kau terima. Bangsamu, menuntut dari kau pengabdian yang tertinggi dan bila perlu sebagaimana telah kau sumpah, bila perlu saudara rela korbankan jiwa dan ragamu agar Indonesia selamat dan Indonesia kuat," tambah Prabowo.
