News23 September 2019 18:30

Penjelasan Trisakti soal Pemberian Gelar 'Putera Reformasi' ke Jokowi

Konten Redaksi kumparan
Penjelasan Trisakti soal  Pemberian Gelar 'Putera Reformasi' ke Jokowi (723927)
Gedung Universitas Trisakti. Foto: Instagram/@trisaktiuniversity
Rencana Universitas Trisakti memberikan gelar 'Putera Reformasi' untuk Presiden Jokowi menjadi polemik akibat banyaknya suara penolakan. Pihak kampus akhirnya buka suara terkait hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Pjs Rektor Universitas Trisakti, Prof Ali Ghufron Mukti, dalam penjelasan resmi berkop Universitas Trisakti menjelaskan, pemberian gelar tersebut merupakan usulan dari alumni.
"Bahwa rencana pemberian penganugerahan sebagai Putera Reformasi tersebut masih dalam proses dan merupakan permohonan yang diusulkan oleh sebagian alumni Universitas Trisakti yang tergabung dalam kegiatan 'deklarasi alumni Trisakti untuk Jokowi pada tanggal 6 Februari 2019," ungkapnya dalam penjelasan tertulis yang diterima kumparan, Senin (23/9).
"Atas dasar hal tersebut di atas, kami selaku pimpinan kampus saat ini tengah menyampaikan rencana pemberian gelar itu ke pemerintah melalui Menteri Sekretaris Kabinet RI dengan tembusan kepada Menteri Sekretariat Negara sambil menunggu pertimbangan dari berbagai pihak terkait," lanjutnya.
Meski begitu, tak dirinci siapa saja yang dimaksud dengan pihak terkait tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, ramai beredar kabar, Universitas Trisakti bakal menganugerahi Presiden Jokowi gelar 'Putera Reformasi'. Hal ini tertuang dalam surat berkop Trisakti yang ditujukan ke Sekretaris Kabinet, dan beredar luas.
Penjelasan Trisakti soal  Pemberian Gelar 'Putera Reformasi' ke Jokowi (723928)
Penjelasan kampus Trisakti soal rencana pemberian gelar 'Putera Reformasi' untuk Presiden Jokowi. Foto: Dok. Istimewa
Dalam surat tertulis tertanggal 12 September itu, penghargaan ini diberikan sebagai bagian rangkaian acara Dies Natalis ke-54 pada bulan Februari lalu.
"Penghargaan ini kami persembahkan atas karya dan keberhasilan dalam mendukung cita-cita gerakan reformasi yang diawali peristiwa 12 Mei 1998 di kampus Trisakti," demikian petikan surat tersebut yang dikutip kumparan, Minggu (22/9).
Surat ini sudah beredar luas di lingkungan internal Trisakti. Para alumni memastikan surat itu valid, tapi mereka mempertanyakan latar belakang penganugerahan ini. Bahkan mahasiswa yang diwakili oleh BEM Trisakti mempertanyakan dan menolak terkait rencana itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white