News
·
13 Oktober 2021 10:55
·
waktu baca 2 menit

Penjelasan Versi Polisi soal Kasus Kakek 74 Tahun Ditahan karena Aniaya Pencuri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Penjelasan Versi Polisi soal Kasus Kakek 74 Tahun Ditahan karena Aniaya Pencuri (52731)
searchPerbesar
Kasmito pria paruh baya yang kini mendekam di rutan Polres Demak lantaran diduga melakukan penganiayaan. Foto: Dok. Istimewa
Seorang kakek bernama Kasmito berusia 74 tahun ditangkap Polres Demak atas dugaan menganiaya pelaku pencurian, yakni seorang pria berusia 30 tahun.
ADVERTISEMENT
Pelaku pencurian itu dipergoki saat mencuri ikan di kolam yang dijaga Kasmito pada 7 September lalu. Saat diteriaki, pencuri itu malah melawan dengan alat setrum listrik.
Kasmito kemudian mengambil parang dan melawan balik si pencuri, hingga pelaku kabur. Kasmito melapor ke warga dan menceritakan kasusnya.
Tapi malahan dia yang dilaporkan atas dugaan penganiayaan dan ditahan di Polres Demak.
LBH Demak Raya kemudian mengadvokasi Kasmito dan menilai penangkapan serta penahanan berlebihan.
Kasus Kasmito Versi Polisi
Sementara menurut Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal mengatakan, kasus itu berawal saat korban berpamitan ke keluarga untuk mencari ikan. Namun, tiba-tiba keluarga mendapat kabar korban dibacok saat mencari ikan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Pada 7 September 2021 korban Marjabi berpamitan ke keluarga mencari ikan. Kemudian sekitar pukul 20.00 WIB, keluarga dapat kabar luka-luka dibacok,” kata Iqbal lewat keterangannya, Rabu (13/10).
ADVERTISEMENT
Iqbal menyebut, adik korban lalu melaporkan kasus itu ke kepolisian dan akhirnya pelaku yang merupakan kakek tersebut ditangkap.
Iqbal menambahkan, proses BAP untuk Kasmito dan pelaku pencurian sudah dilakukan penyidik. Keterangan keduanya sama. Sesuai dengan laporan, kasus penganiyaan dan pencurian berdiri sendiri.
"Saat di BAP tersangka melihat korban yang diduga akan nyetrum ikan, dan tersangka dengan cara mengendap langsung menganiaya dengan celurit berkali-kali. Keterangan tersangka dan korban sama," tutur dia.
"Dan dari BAP tersebut dapat disimpulkan tersangka menganiaya korban dan tidak ada perlawanan korban sehingga tidak bisa diartikan tersangka membela diri. Sementara kasus pencurian berdiri sendiri," tambah dia.
Iqbal menyebut, terungkapnya alasan kakek membacok korban karena ingin mencuri, setelah munculnya laporan baru pada 11 Oktober lalu. Sehingga polisi tak bisa menerapkan diskresi lantaran kasus sudah dipegang di Kejaksaan.
ADVERTISEMENT
“Untuk kejadian laporan pencuriannya baru 11 Oktober lalu oleh pemilik ternak ikannya. Jadi kita enggak bisa melakukan tindakan (restorative justice),” tandasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020