Penuhi Tuntutan Massa Demo, Pemerintah Nepal Cabut Larangan Medsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstran bentrok dengan personel polisi anti huru hara dalam sebuah protes di luar Gedung Parlemen Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Prabin Ranabhat/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Demonstran bentrok dengan personel polisi anti huru hara dalam sebuah protes di luar Gedung Parlemen Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Prabin Ranabhat/AFP

Pemerintah Nepal akhirnya mencabut larangan media sosial pada Selasa (9/9), satu hari setelah demonstrasi besar-besaran yang didominasi Gen Z di ibu kota Kathmandu. Dikutip dari AFP, seluruh aplikasi media sosial utama kembali bisa diakses di Nepal.

Menteri Komunikasi Nepal, Prithvi Subba Gurung, mengatakan pemerintah memutuskan mencabut larangan media sosial setelah menggelar rapat kabinet darurat.

Sebelumnya, situs media sosial seperti Facebook, Youtube, dan X diblokir usai pemerintah memblokir 26 platform yang tidak terdaftar. Langkah pemerintah itu memicu kemarahan, terutama di kalangan Gen Z yang sangat bergantung pada aplikasi media sosial untuk berkomunikasi.

Massa pun berkumpul di Ibu Kota Kathmandu untuk menggelar demonstrasi pada Senin (8/9) kemarin. Tak hanya di Kathmandu, demonstrasi juga digelar di beberapa kota lain.

Seorang jurnalis foto menggendong rekan jurnalisnya yang terluka dalam sebuah protes di luar gedung Parlemen Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Prabin Ranabhat/AFP

17 Orang Tewas dalam Aksi Demo

Polisi di Kathmandu menggunakan peluru karet, gas air mata, water canon, dan pentungan untuk membubarkan demonstran yang berusaha menerobos kawat berduri dan menyerbu wilayah terlarang dekat gedung parlemen.

Amnesty International mengatakan peluru tajam juga digunakan untuk membubarkan demonstran. Berdasarkan laporan media lokal, 17 orang tewas di Kathmandu dan dua lainnya tewas di distrik Sunsari di timur Nepal. Jadi total 19 orang tewas.

Sejak Jumat (29/8), video yang menunjukkan perbandingan perjuangan rakyat Nepal dengan anak-anak polisi yang memamerkan barang dan liburan mewah viral di TikTok yang tidak diblokir pemerintah.

Platform populer seperti Instagram digunakan oleh jutaan pengguna di Nepal untuk hiburan, berita, dan bisnis.