Penularan Corona di Hong Kong Turun, PNS Diminta Kembali Kerja

28 April 2020 11:27 WIB
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga tetap menggunakan masker saat bermain di taman untuk menghindari penyebaran penyakit corona (COVID-19). Foto: REUTERS / Tyrone Siu
zoom-in-whitePerbesar
Warga tetap menggunakan masker saat bermain di taman untuk menghindari penyebaran penyakit corona (COVID-19). Foto: REUTERS / Tyrone Siu
ADVERTISEMENT
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menginstruksikan agar seluruh PNS untuk kembali bekerja. Perintah diberikan seiring menurunnya kasus corona.
ADVERTISEMENT
Perintah untuk PNS kembali bekerja secara bertahap berlaku per 4 Mei 2020, pekan depan. Kendati demikian, Otoritas Hong Kong belum memutuskan apakah pembatasan, social distancing atau larangan perjalanan akan dilanjutkan atau tidak.
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memakai masker menggelar konferensi pers terkait virus corona di Hong Kong. Foto: REUTERS / Tyrone Siu
Sejumlah kebijakan tersebut masa berlakunya akan habis pada 7 Mei 2020 pekan depan.
Lam hanya menegaskan, bahwa fasilitas olah raga luar ruangan, museum, dan perpustakaan akan kembali dibuka Senin (4/5). Namun, kumpul-kumpul lebih dari empat orang tetap dilarang.
Hong Kong sejak Minggu 26 sampai Senin 27 April mencatatkan nol kasus corona. Laporan tersebut membuat tekanan terhadap Lam untuk meringankan pembatasan semakin deras datang.
Dalam setahun terakhir perekonomian Hong Kong terpuruk. Pandemi virus corona dan demo pro-demokrasi jadi penyebabnya.
Warga menggunakan masker untuk menghindari penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19) mengendarai sepeda di sebuah taman, di Hong Kong. Foto: REUTERS / Tyrone Siu
Terkait tekanan tersebut termasuk dari kelompok penentang pemerintah yang menuduh social distancing dipakai untuk mengekang demokrasi, Lam menyatakan tuduhan itu tak berdasar. Lam memastikan, pemerintahannya tak mau gegabah mengambil keputusan.
ADVERTISEMENT
"Dalam mempertimbangkan apakah pembatasan akan berlanjut atau tidak pertimbangan utama adalah menjaga kesehatan masyarakat, dan memastikan seluruh warga sehat," ucap Lam seperti dikutip dari Reuters.
Suasana daerah di Tsim Sha Tsui, setelah wabah penyakit corona (COVID-19). Foto: REUTERS / Tyrone Siu
"Tapi kami juga mempertimbangkan perekonomian dan perindustrian dan dampak psikologis bagi masyarakat," sambung dia.
Sejak corona mewabah di Hong Kong pada Januari 2020, ditemukan sebanyak 1.038 kasus. Sebanyak empat di antaranya meninggal dunia.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
******
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.