Penulis 'Ghost Fleet' Tanggapi Keriuhan Indonesia Bubar Tahun 2030

Penulis Peter W. Singer memberi tanggapan atas keriuhan isu Indonesia bubar pada 2030 yang dikutip Prabowo Subianto dari novel, 'Ghost Fleet'.
Peter menyampaikan tanggapan itu lewat cuitan di akun Twitternya, @peterwsinger. Penulis asal Amerika Serikat tersebut justru menanggapi keriuhan yang diakibatkan ucapan Prabowo dalam sebuah acara Konferensi Nasional dan Temu Kader Partai Gerindra dengan gurauan.
"Sudah banyak interpretasi setelah membaca buku ini, namun ini yang paling luar biasa," cuit Singer sambil mencantumkan sebuah tautan berita mengenai Prabowo dan pernyataannya terkait ramalan Indonesia bubar. Cuitan Singer tersebut mengundang komentar warganet, baik yang mendukung maupun mencibir pidato Prabowo.

Novel 'Ghost Fleet', yang ditulis Peter bersama August Cole merupakan fiksi ilmiah dengan berlatar sebuah masa di mana terjadi peperangan antarnegara yang melibatkan Amerika Serikat (AS), China, dan Rusia. Dalam novel tersebut digambarkan Indonesia bubar akibat sebuah perang yang dijuluki "Perang Timor Kedua". Tak jelas latar peperangan tersebut. 'Ghost Fleet' sendiri merujuk pada armada angkatan laut yang dimiliki AS untuk melawan musuh-musuhnya.
Prabowo mengungkit latar novel itu saat Konferensi Nasional dan Temu Kader Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Rabu (18/10/2017). Meski sadar novel itu berisi cerita fiksi, Prabowo tetap menganggapnya serius. Ia menilai novel tersebut tidak bisa disepelekan, karena menurutnya sang penulis memiliki latar ahli intelijen.
“Di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030, Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar," kata Prabowo.
Pernyataan itu mengundang komentar sejumlah pihak. Ada yang menyebut ramalan itu masuk akal, seperti Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Ada juga yang menghimbau agar Prabowo berhati-hati berbicara, seperti Ketua Partai NasDem Surya Paloh.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menanggapi santai ucapan Prabowo tersebut. "Ha....Ha... Kita memandang ke depan itu harus memandang dengan rasa optimisme," kata Jokowi.
Lain lagi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak ingin masyarakat menelan mentah-mentah cerita 'Ghost Fleet'. Kalla meminta novel tersebut tetap dipandang sebagaimana laiknya novel fiksi.
Seusai pidatonya viral, Prabowo tetap bersikap serius dengan isi novel tersebut. Ia menyebutkan, bubarnya Indonesia bisa dimaknai sebagai upaya penguasaan oleh negara lain. Ia meminta pemerintah untuk terus waspada terhadap potensi ancaman penguasaan Indonesia oleh pihak asing.
"Selalu kita didatangi dan kita dirampok sudah ratusan tahun. Anda belajar sejarah kan, Anda tahu kita pernah dijajah oleh Belanda? Anda tahu kita banyak mati merebut kemerdekaan? Mereka datang ke sini mereka jajah kita, bukan kita jajah mereka. Kenapa mereka jajah kita, karena kita kaya," katanya.
