Penumpang di Terminal Pulogebang Saat Wabah Corona: Berkurang Usai Imbauan WFH

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana terminal Pulo Gebang di hari Pemilu 2019. Foto: Helmi Afandi Abullah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana terminal Pulo Gebang di hari Pemilu 2019. Foto: Helmi Afandi Abullah/kumparan

Jumlah penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, dari Jakarta menuju luar Jakarta mengalami penurunan imbas dari imbauan untuk tidak melalukan perjalanan keluar serta work from home (WFH) dalam langkah pencegahan virus corona.

Kepala Terminal Pulogebang, Afif, mengatakan penurunan penumpang ini sudah berlangsung sejak dua minggu yang lalu.

“2 minggu ini sudah kelihatan ada penurunan penumpang,” kata Afif saat dihubungi kumparan, Jumat (27/3).

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Dari data yang diperoleh dari Unit Pengelola Terminal Bus Pulogebang, Jakarta Timur, di awal Maret 2020, penumpang yang berangkat 2.100 hingga 3.900 an orang. Jumlah tertinggi terjadi pada 6 Maret 2020.

Jumlah penumpang mulai turun signifikan pada 23 Maret 2020 yang hanya 1.773 orang. Lalu, Jumat (27/3) hingga pukul 14.00 WIB jumlah penumpang yang keluar Jakarta hanya 947 penumpang. Sementara penumpang yang tiba di Jakarta mencapai 425 penumpang.

Sementara sehari sebelumnya jumlah penumpang pada Kamis (26/3) mencapai 1753 penumpang yang bepergian dari Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.

Suasana di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (26/5). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Terminal Pulogebang melayani penumpang dengan tujuan berbagai kota di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Bus dengan tujuan sejumlah kota di Jawa Tengah paling banyak, di antaranya Cilacap, Jepara, Wonogori, Semarang, dan Pati.

Pemerintah saat ini mengeluarkan sejumlah seruan untuk menekan penyebaran virus corona. Salah satunya yaitu seruan agar tidak berkumpul, berkerumun, dan mengurangi mobilitas.

Di samping itu, telah banyak pula kepala daerah mengeluarkan imbauan agar para perantau, khususnya di Jakarta, tidak pulang sementara ke daerah. Hal itu guna meminimalisir meluasnya sebaran corona.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!