Penumpang Kapal Pesiar Jepang yang Positif Virus Corona Bertambah Jadi 174 Orang

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang, Selasa (4/2).  Foto:  Kyodo / via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang, Selasa (4/2). Foto: Kyodo / via REUTERS

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengatakan hingga Rabu (12/2), sudah ada 174 orang di Kapal Diamond Princess, positif virus corona. Jumlah orang terjangkit tersebut bertambah setelah sebelumnya pada jumat (7/2) tercatat ada 61 orang positif.

"Dari 53 hasil tes baru, 39 orang dinyatakan positif," ujar Kato dilansir AFP, Rabu (12/7).

Kato menyebut, empat dari orang-orang yang positif virus corona itu telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Kato menyampaikan para korban terjangkit itu sudah mendapat penanganan.

"Saat ini, kami telah mengkonfirmasi 4 orang, di antara mereka yang dirawat di rumah sakit, berada dalam kondisi serius, baik dengan ventilator atau di unit perawatan intensif," kata dia.

Para penumpang di atas kapal telah diminta untuk memakai masker. Langkah tersebut diambil untuk menghindari virus corona menyebar semakin luas.

Ilustrasi Virus Corona. Foto: Shutter Stock

Di kapal itu ada 78 WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) juga ikut dikarantina. Hingga saat ini, dari 174 orang tersebut, belum ada laporan WNI yang ikut terjangkit.

Plt Jubir Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyebut hingga Selasa (10/2) belum ada laporan WNI terjangkit.

Kapal Diamond Princess yang berisi 3.700 penumpang tersebut, sebelumnya dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang sejak Sabtu (1/2) dan Selasa.

Karantina kapal kemungkinan dapat berlangsung hingga 19 Februari. Penumpang harus tetap di dalam kabin untuk mencegah penularan maupun infeksi baru.

Virus di dalam kapal tersebut berasal dari satu penumpang asal Hong Kong, yang sebelumnya turun dari kapal pada 25 Januari. Mereka yang didiagnosis tertular dan positif merupakan penumpang asal Jepang, Amerika, Kanada, Australia, Argentina, hingga Inggris.