Penumpang KRL Curhat Tak Bisa Masuk Stasiun Tugu Yogya untuk Salat

Kereta Api Indonesia (KAI) meminta maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan. Penumpang itu mengeluh tak bisa salat di area stasiun.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro mengatakan pihaknya memperbolehkan jika ada penumpang KRL yang akan melaksanakan salat di musala dalam stasiun.
"Pada dasarnya untuk keperluan salat, tentu kami perbolehkan," kata Krisbiyantoro dalam keterangannya, Senin (6/11).
"Salat bisa melalui pintu boarding dengan meninggalkan identitas atau salat di Selasar Malioboro timurnya locker & shower," terangnya.
Kris sapaan akrab Krisbiyantoro mengatakan PT Kereta Api Cepat (KCI) saat ini juga tengah membangun musala untuk pelanggan KRL.
"Rencana KCI akan membuat musiala ke depannya, saat ini masih tahap pembangunan. Kami KAI group mohon maaf atas ketidaknyamanan hal salat tersebut," ujarnya.
Soal isu kesulitan salat di area stasiun ini ramai diperbincangkan setelah seorang calon penumpang KRL di Stasiun Tugu Yogya curhat tak bisa masuk area peron stasiun sejam sebelum keberangkatan KRL.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @ariyonolestari itu, penumpang tersebut mengaku kesulitan untuk menjalankan salat lantaran musala ada di area peron.
"Saya saat ini ada di Stasiun Tugu Yogyakarta, mau naik KRL ke Solo tapi KRL baru ada nanti jam 3 sore. Ini baru jam 2 kurang sedikit," kata seseorang dalam video tersebut.
"Nah ini ada satu peraturan untuk yang dilakukan KAI yaitu sebelum jam 3 kurang seperempat para penumpang KRL tidak masuk ke peron. Bahkan untuk salat pun tidak bisa," jelasnya.
"Ini yang mungkin perlu diperbaiki peraturan dari KAI. Kasihan orang tua yang dari perjalanan Jogja mau ke Solo mau salat saja tidak padahal musala kan ada di dalam. Kalau memang peraturannya tidak boleh masuk siapkan dong musala di luar stasiun," bebernya.
