Penurunan Harga Saham RIMO Tak Berkaitan dengan Transaksi Benny Tjokro

Direktur Utama PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) Teddy Tjokrosaputro menegaskan, penurunan harga saham RIMO secara drastis yang terjadi akhir-akhir ini bukan dikarenakan penjualan saham besar-besaran yang dilakukan oleh investor kawakan, Benny Tjokrosaputro.
Berdasarkan data dari keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan pada 1 November 2017 lalu, Benny melepas saham RIMO sebanyak 130.975.600 lembar. Penjualan itu dilakukan pada 31 Oktober dan 1 November 2017.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Benny terhadap saham RIMO saat ini sebesar 16.275.760.981 lembar saham atau setara 39,76%. Sebelumnya Benny adalah pemegang 16,41 miliar saham RIMO atau setara dengan 40,08% per 30 Oktober 2017. Padahal di akhir Maret 2017, pemegang saham utama RIMO adalah Benny Tjokrosaputro dengan 75,84%.

“Itu berdasarkan perhitungan pribadi, tidak ada hubungannya dengan (penurunan) ini,” tegas Teddy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/11).
Pada perdagangan saham 31 Oktober 2017, tercatat Benny melepas 30.860.200 lembar saham. Ketika itu saham RIMO berada di level Rp 630. Sementara pada 1 November 2017, saham yang dilepaskan Benny sebanyak 100.115.400 lembar di level Rp 600.
“Saya tidak bertanya alasannya apa, itu perhitungan pribadi dia sendiri. Mungkin ketika harganya bagus, dia lepas,” ucapnya.
