Penyakit Mulut dan Kuku Serang Ribuan Sapi di RI, Bisa Menular ke Manusia?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi sapi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi sapi. Foto: Shutterstock

Penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang sedikitnya 1.247 ekor ternak sapi Jawa Timur. Kemudian timbul pertanyaan di benak publik apakah PMK bisa menular ke manusia.

Guru Besar FKUI sekaligus eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama memberikan sejumlah penjelasan.

"Pertama, penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit pada hewan yang praktis tidak menular pada manusia. PMK bukanlah masalah kesehatan masyarakat, dan sepenuhnya masalah kesehatan hewan," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, Senin (9/5).

Ia menambahkan, memang pernah ada laporan penularan pada manusia. Seperti misalnya disampaikan European CDC pada 2012 yang berjudul “Transmission of Foot and Mouth disease to humans visiting affected areas”.

"Tetapi itu adalah sangat jarang dan hanya terjadi pada mereka yang betul-betul kontak langsung," tutur dia.

Prof Tjandra Yoga Aditama. Foto: Dok. Pribadi

Memang kadang-kadang ada yang keliru menghubungkan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan dengan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi. Padahal menurut Prof Tjandra, keduanya tidak berhubungan sama sekali, dua penyakit berbeda, penyebabnya juga virus yang berbeda

"Kalau Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi maka disebabkan oleh enterovirus 71. Sementara penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) pada hewan disebabkan Aphthovirus, yang merupakan bagian dari Picornaviridae, dan ada 7 strainnya (A, O, C, SAT1, SAT2, SAT3, dan Asia1)," urai dia.

Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi ditandai dengan demam; munculnya rash (ruam pada kulit) dan blister (benjolan kecil) di telapak kaki, tangan dan mukosa mulut, cenderung tidak nafsu makan, malaise dan nyeri tenggorok.

Biasanya, setelah satu atau dua hari setelah demam, timbul keluhan nyeri di mulut dimulai dari blister sampai kemudian dapat menjadi mucus. Lesi dapat terjadi pada lidah, gusi atau bagian dalam mulut lainnya.

"Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi bukanlah penyakit berat, dan akan sembuh dalam 7-10 hari, pengobatan hanya bersifat suportif. Walau pada kejadian sangat jarang," jelas Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu.

"HFMD akibat EV 71 juga dapat menyebabkan meningitis dan bahkan encephalitis. Infeksi EV 71 bermula dari saluran cerna yang kemudian menimbulkan gangguan neurologik. Selain itu, HFMD akibat coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan meningitis," tutupnya.