Penyebab 3 Korban Tewas Pesta Rakyat Wabup Garut: Kekurangan Oksigen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masyarakat Garut berdesak-desakan di pesta rakyat merayakan pernikahan Wabub Garut Putri Karlina dan Maula Akbar, anggota DPRD Jabar sekaligus anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Jumat (18/7/2025) Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat Garut berdesak-desakan di pesta rakyat merayakan pernikahan Wabub Garut Putri Karlina dan Maula Akbar, anggota DPRD Jabar sekaligus anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Jumat (18/7/2025) Foto: Dok. Istimewa

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin mengungkap penyebab tewasnya 3 orang dan 23 lainnya pingsan saat pesta rakyat untuk memeriahkan pernikahan Maula Akbar Mulyana--anak Dedi Mulyadi--dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina di alun-alun Pendopo Garut, Jawa Barat, pada Jumat (18/7).

"Informasi yang kami terima itu mereka kekurangan oksigen karena berdesak-desakan, ada anak kecil juga ibu-ibu yang umurnya 61 tahun," kata Syakur, Jumat (18/7).

Total korban dalam insiden itu sebanyak 26 orang, data itu sudah termasuk 3 orang tewas.

Pesta rakyat di alun-alun Garut ricuh, Jumat (18/7/2025). Foto: Dok Istimewa

Menurut Syakur, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti acara itu. Pihaknya sendiri tak menyangka kunjungan masyarakat membeludak.

"Ini sebenarnya antusiasme masyarakat terkait dengan acara ini, masyarakat ingin bersama sama bergembira. Masyarakat banyak sekali hadir kesini dan tadi diluar dugaan kita, yang mestinya jam 1 tapi karena jumatan beberapa masyarakat langsung ke lokasi," jelasnya.

Anggota DPRD Jabar sekaligus anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar, menikah dengan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, putri Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Rabu (16/7/2025). Pasangan tersebut berasal dari Gerindra. Foto: Instagram/ @putri.karlina14

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan akan memberi santunan keluarga dan anak korban hingga perguruan tinggi. Bahkan ia telah mengirim stafnya untuk memberi santunan awal senilai Rp 150 juta.

Berikut daftar warga yang mengalami pingsan dan dirawat di rumah sakit:

1. Nenih (Sukatani, Cisurupan)

2. Iyah (49) – Panunggaran, Sukabakti

3. Iis Ismayati (48) – Kemuning Pramuka, Pakuwon

4. Siti Hasanah (65) – Bojong Salam

5. Tasya Aulia (16) – Cipanas, Tarogong Kaler

6. Onyas (45) – Cijungkung, Siliwangi

7. Safira (14) – Ciwalen, Garut Kota

8. Sipa Fauziah (17) – Cilawu, Genteng

9. Yati Haryati (56) – Gunung Puntang

10. Mimi (56) – Sukapadang, Tarogong Kidul

11. Aris Krisdina (48) – Bojongloa Kaler, Bandung

12. Iyan (33) – Pataruman, Tarogong Kidul

13. Zahra Novania (14) – Bayongbong

14. Sutisna (66) – Bandung

Korban Tewas

1. Vania – Sindangheula, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota

2. Dewi Jubaedah – Jalan Lontar II, Koja, Jakarta Utara

3. Bripka Cecep Syaeful Bahri, SH – Anggota Polsek Karangpawitan, Polres Garut