Penyebab Buaya Muara Bisa Hidup di Perairan Tanjung Priok

Kemunculan buaya muara di sekitar Kompleks Komando Armada I Pondok Dayung, Jakarta Utara, membuat warga heran. Pasalnya, air di perairan tersebut asin karena terhubung dengan laut lepas yang bukan merupakan habitat buaya. Namun, hal itu dibantah oleh anggota Kopaska Kapten Laut (p) Edy Tirtayasa.
"Perlu kita ketahui, bahwa dari alur pelayaran, Pondok Dayung itu terkoneksi oleh beberapa sungai. Sehingga kadar garamnya itu payau," jelas Edy kepada kumparan, di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (16/6).
Oleh karena itu, menurutnya, perairan di sekitar Pondok Dayung menjadi tempat ideal bagi buaya untuk hidup. Sehingga, ia tidak bisa memastikan, apakah hanya ada satu buaya atau lebih di lokasi tersebut.
Meski begitu, ia juga tidak bisa memastikan apakah buaya itu bisa masuk ke laut lepas atau tidak. Termasuk, menyeberang ke Pantai Ancol yang jaraknya hanya 6 kilometer dari Pondok Dayung.
"Kemungkinan masuk ke Ancol, kami enggak bisa memastikan bisa atau tidak ke situ. Karena sampai detik ini, yang muncul beritanya yang fix kami lihat sekitar Pondok Dayung. Kami belum terima informasi sampai Ancol," jelasnya.
Untuk menangkap buaya tersebut, Satkopaska juga intens melakukan patroli bersama Polairud. Patroli dilakukan sejak Kamis (14/6) hingga buaya tersebut ditemukan.
