Penyebab Gempa Dahsyat Filipina yang Picu Tsunami di RI: Subduksi Megathrust
·waktu baca 1 menit

Gempa dahsyat di Filipina Selatan berdampak signifikan. Selain kehancuran di pusat gempa, getaran 7,4 magnitudo juga berdampak tsunami ke perairan Indonesia.
Di Davao, Filipina, sejumlah bangunan rusak parah dihantam gempa.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menganalisis penyebab gempa tersebut.
"Tektonik Filipina adalah sistem lempeng yang kompleks, dibentuk oleh interaksi zona subduksi Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina," kata Daryono pada Jumat (10/10).
Gempa tersebut terjadi pukul 08.43 WIB. Dengan kedalamannya 56 km.
"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust di mana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina (Filipina Trench)," tuturnya.
Daryono kemudian mengungkap sejarah gempa di daerah tersebut:
1. 10/01/1970, M7.6, tinggi tsunami 0,06 meter.
2. 02/12/1972, M7.4, tinggi tsunami 0,5 meter.
3. 17/05/1992, M7.3, tinggi tsunami 6 meter.
4. 11/08/2021, M7.1, tinggi tsunami 0,05 meter.
5. 02/12/2023, M7.6, tinggi tsunami 0,32 meter.
